Ahli Geologi Unand di FPRB: Bangunan Aman Gempa dengan Kawat Ayam

Ahli Geologi Unand di FPRB Bangunan Aman Gempa dengan Kawat Ayam Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasistas Forum Pengurangan Resiko bencana, di Grand Zuri Padang, Kamis (2/12/2021).

Covesia.com - Sumatera Barat selain dikenal dengan alamnya yang indah juga dikenal dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Tak ayal ahli ahli di bidang tertentu berjuang keras memikirkan solusi terbaik untuk Sumbar. Salah satunya adalah bangunan rumah dengan kawat ayam. 

"Gempa biasanya menyebabkan bangun rusak karena dan bata yang dipakai gampang retak. Batu bata gak kuat jika ditarik beda dengan ditekan, jadi dia retak," ungkap Ahli Geologi Unand Febrin Anas Ismail saat Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasitas Forum Pengurangan Resiko Bencana, di Grand Zuri Padang, Kamis (2/12/2021). 

Dia melanjutkan jika ingin rumah yang aman dan tahan gempa sebaiknya menggunakan kawat ayam (istilah untuk kawat yang biasa dibuat untuk kandang ayam). 

"Kawat ini bisa kita jadikan penyangga untuk membuat bata ini kokoh dan tahan gempa. Ketika terjadi gempa kawat ayam ini akan menahan tarian," jelasnya. 

Hal tersebut bisa bekerja secara maksimal jika pemasangannya dilakukan dengan baik dan benar juga terikat dengan baik. Sehingga setiap terjadi goncangan dapat menahan bangunan.

"Uji coba pernah kita lakukan dan bisa menahan gempa berkekuatan 9 Skala Richter, ini sangat besar sekali. Untuk merobohkan besi mengikatnya hanya bisa jika gempa kuat sekali," tambahnya. 

Dia mengaku pernah mensosialisasikan dan mengampanyekan bangunan tahan gempa dengan menggunakan kawat ayam ini. Namun belum maksimal. 

"Ini sangat cocok untuk masyarakat kelas ke bawah karena harganya murah dan mudah dipasangkan, tidak perlu ahli betul yang memasang," imbuhnya. 

Dia juga mengatakan ini adalah inovasi untuk mencari konsep paling pas, barang lokal itu yang kita manfaatkan, barang yang ada di kita itu kita pakai. Bahkan rumahnya juga sudah menggunakan konsep ini. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga