Gunung Padang, Melihat Keindahan Alam Kota Padang dengan Cerita Legendaris Siti Nurbaya

Gunung Padang Melihat Keindahan Alam Kota Padang dengan Cerita Legendaris Siti Nurbaya Foto: Laila Marni

Covesia.com - Kuburan Siti Nurbaya yang terletak di Gunung Padang menjadi tempat tujuan wisata favorit di daerah itu. Tidak hanya dari kota padang wisatawan dari luar provinsi seperti Riau, Jambi dan edan juga menjadikan tempat ini sebagai destinasi pilihan. 

Meski pada kenyataannya cerita tentang Siti Nurbaya adalah hasil karangan dan kisah fiktif yang dikarang oleh penulis Minang Marah Rusli, tapi makam Siti Nurbaya seolah adalah benar-benar ada. 

Masyarakat sekitar gunung Padang memercayai kisah fiktif tersebut. Bahkan ada kuburan yang disebut kuburan Siti Nurbaya di puncak gunung Padang. 

Saat Covesia.com berkunjung ke lokasi tersebut tampak tulisan Makam Siti Nurbaya yang tertulis di dinding batu besar. Tulisan tersebut berwarna merah dan hitam dan ada panah yang mengarah ke makam tersebut. 

Untuk sampai di makam Siti Nurbaya, pengunjung harus membeli tiket pada petugas yang ada di loket pintu masuk. Harga tiket Rp 10 ribu rupiah dan menggunakan kartu brizzi. 

Sesampai di gerbang pengunjung akan memasuki pekarangan warga setempat, dan ada beberapa bunker peninggalan Jepang. 

Pemandangan yang menarik selain suguhan laut padang juga puluhan ekor monyet. Biasanya monyet tersebut di puncak gunung Padang namun saat Covesia.com berkunjung puluhan monyet itu berada di bawah. 

Pengunjung butuh waktu kurang lebih 20-45 menit perjalanan. Tergantung kecepatan untuk menyusuri jalan setapak menanjak tersebut.

Berdasarkan pantauan Covesia.com di lokasi, kondisi tangga masih baik karena sudah disemen namun berlumut sebagian tangga diberikan pengaman dari besi. Juga disediakan beberapa tong sampah. 

"Kawasan wisata Gunung Padang dulunya berdiri suatu kerajaan bernama kerajaan Pagaruyung hal itu dibuktikan dengan adanya ada bak-bak atau tempat minum kuda raja," ungkap Warga Gunung Padang, Syamsuri. 

Ia menjelaskan zaman dahulu, kan waktu zaman perang di Gunung Padang berdiri suatu kerajaan bernama kerajaan Pagaruyung. 

Terkait makam Siti Nurbaya, Syamsuri menjelaskan ada berbagai pendapat. Ada yang mengatakan itu fakta ada juga yang mengatakan itu replika kuburan. 

Tapi ada juga warga luar Sumbar yang mengatakan kuburan tersebut adalah keluburan nenek moyang mereka. Dan mengganti kain di kuburan tersebut. 

Nah bagaimana sahabat Covesia.com, kapan meluangkan waktu untuk ke gunung Padang. Selain untuk menyaksikan keindahan kota padang dari puncak gunung Padang juga bisa melihat langsung kuburan siti nurbaya yang ceritanya sangat fenomenal tersebut.

Sebaiknya ke gunung Padang di pagi hari sekalian jogging atau sore hari untuk melihat sunset dari ketinggian Kota Padang. 

(ila/adi)

Berita Terkait

Baca Juga