Lapas Muaro Padang Tindaklanjuti Warga Binaan yang Diduga Terlibat Pengendali Narkoba di Pasbar

Lapas Muaro Padang Tindaklanjuti Warga Binaan yang Diduga Terlibat Pengendali Narkoba di Pasbar Petugas Lapas Kelas IIA Muaro Padang, saat melakukan penggeledahan salah satu kamar warga binaan, beberapa waktu yang lalu (Foto: Covesia-Primadoni)

Covesia.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang, Sumatera Barat, menindaklanjuti salah seorang warga binaannya yang diduga mengendalikan distribusi narkotika jenis Ganja lintas Provinsi.

Hal tersebut dilakukan pihak Lapas setelah mendapatkan informasi soal penangkapan empat orang tersangka pemasok 56 paket besar ganja oleh Polres Pasaman Barat (Pasbar), kemudian adanya keterlibatan seorang warga binaan Lapas Padang dengan inisial AS sebagai pengendali distribusi.

"Setelah mendapatkan berita soal itu, kita pun langsung proaktif. Kita langsung mencari inisial AS tersebut, dan kita dapat. Kemudian yang bersangkutan langsung kita amankan di sel pengasingan," ungkap Pelaksana Harian Kalapas Kelas IIA Muaro Padang, Novri Abbas, dalam keterangannya, Senin (10/1/2022).

Selain mengamankan AS, pihaknya juga berhasil mengamankan telepon genggam yang diduga digunakan yang bersangkutan untuk berkomunikasi mengendalikan distribusi ganja dari dalam lapas tersebut.

"Setelah kita mengamankan terduga ini, kita juga proaktif komunikasi dengan Kasat Narkoba Polres Pasbar, AKP Eriyanto lewat telepon. Dan untuk penyidikan lebih lanjut terkait penangkapan itu, kita menunggu tindakan dari Polres Pasbar sendiri," jelasnya.

Novri menambahkan, sebagai informasi, AS merupakan warga binaan pindahan dari Lapas Talu dengan kasus narkotika juga. Dia telah ditahan di Lapas Kelas IIA Muaro Padang selama delapan bulan. Sementara hukuman yang ia jalani selama lima tahun tiga bulan.

"Dan untuk informasi terakhir dari pihak Polres Pasaman Barat, hingga pagi tadi, mereka akan lanjutan ke pengembangan. Mungkin dalam pekan ini, pihak Polres Pasbar akan ke Padang untuk meminta keterangan kepada yang bersangkutan," kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala Pengamanan Lapas Padang Bagus Dwi Suswono menambahkan, terkait darimana AS mendapat alat komunikasi berupa HP tersebut ia mengungkapkan dari rekan sesama warga binaan di Lapas tersebut.

“Untuk ini kita masih melakukan pendalaman. Nantinya pasti akan kita lanjutkan dengan BAP internal dulu kepada AS. Jika seandainya datang dari Satresnarkoba Polres Pasaman Barat, baru kita tindaklanjuti,” jelas Bagus.

Namun demikian, terkait hal adanya temuan alat telekomunikasi dari dalam Lapas, pihaknya akan terus melakukan operasi razia penggeledahan kamar hunian secara rutin untuk mengantisipasi peredaran alat komunikasi ilegal dan barang-barang terlarang lainnya di dalam Lapas.

“Kegiatan penggeledahan ini sebenarnya sudah sering kita lakukan. Minimal satu kali seminggu. Namun setelah kejadian ini, akan kita tingkatkan lagi sesering mungkin, penggeledahan ke tiap kamar hunian warga binaan yang ada di Lapas ini," pungkasnya. 

Baca juga: Terbanyak di Awal 2022, Polres Pasbar Gagalkan Peredaran 56 Paket Besar Ganja

(don)


Berita Terkait

Baca Juga