Korban Kekerasan Anak di Tanjung Mutiara Agam Saat Ini dalam Perlindungan P2TP2A

Korban Kekerasan Anak di Tanjung Mutiara Agam Saat Ini dalam Perlindungan P2TP2A Camat Tanjung Mutiara didampingi Ketua P2TP2A, Bersama Kapolsek dan Usai mengecek kondisi kesehatan korban Kekerasan Anak di Puskesmas Tanjung Mutiara, Jumat (14/1/2022)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Korban Kasus dugaan penganiayaan anak di Jorong Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat ini dalam perlindungan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tanjung Mutiara.

Camat Tanjung Mutiara, Hidayatul Taufik didampingi Ketua P2TP2A l, Nanda Hidayat mengatakan, pagi ini pihaknya bersama pemerintah nagari dan dinas terkait sudah mendatangi lokasi serta berhasil membawa korban untuk memeriksakan kesehatan ke Puskesmas Tanjung Mutiara.

"Alhamdulillah saat kita kunjungi. Saat diperiksa suhu tubuh korban sedang panas, setelah kita bujuk dan didampingi psikiater langsung kita bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan," ujarnya Kepada Covesia.com, Jumat (14/1/2022).

Saat ini lanjutnya, korban kekerasan sudah dibawa ke rumah singgah untuk proses pemulihan mental dan psikologi sang anak (proses trauma healing) serta mengantisipasi terulangnya kejadian yang berpotensi dialami sang anak.

Selain itu, Pemerintah Nagari Tiku Utara bersama masyarakat sudah membuat laporan resmi ke Polsek Tanjung Mutiara guna proses hukum untuk terduga pelaku kekerasan yang merupakan kakek dan nenek korban. "Laporan sudah dimasukkan kita tunggu proses hukum dari kepolisian," lanjutnya.

Sebelumnya sebuah postingan di group media sosial Facebook Berita Kabupaten Agam tentang kakerasan terhadap anak langsung langsung mendapat respon dari Polsek Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam postingan tersebut, pengunggah membagikan beberapa foto anak yang  mendapat luka lebam akibat dianiaya yang dilakukan oleh keluarga. selain itu juga sebuah tangkapan layar percakapan sudah menghubungi Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak, Dr Seto Mulyadi atau yang sering dipanggil Kak Seto.

Sementara itu Kapolsek Tanjung Mutiara, Iptu Muswar Hamidi, mengatakan, pihaknya sudah mendatangi keluarga korban kekerasan guna mencari informasi lebih lanjut serta melayangkan panggilan kepada kakek korban yang merupakan pelaku untuk mendatangi Kantor Polsek Tanjung Mutiara siang ini.

Hingga berita ini diturunkan Covesia.com belum menerima keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian tentang status dan jumlah tersangka yang akan ditetapkan.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga