BKSDA: Lokasi Diterkamnya Anisa di Batang Masang Merupakan Habitat Buaya

BKSDA Lokasi Diterkamnya Anisa di Batang Masang Merupakan Habitat Buaya Sumber: BPBD Agam

Covesia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat menyatakan, sungai Batang Masang, dalam kawasan areal perkebunan plasma Yayasan Tanjung Manggopoh, di Padang Mardani, Jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung merupakan habitat buaya muara.

"Sungai Batang Masang sampai ke muara memang habitat buaya, sementara itu aliran sungai Batang Antokan yang melewati Nagari Manggopoh juga merupakan habitatnya," ujar Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra.

Baca juga: Diserang Buaya, Seorang Bocah di Agam Dilaporkan Hilang di Sungai

Dari dokumentasi yang dilaporkan, diketahui debit air Batang Nasang sedang tinggi. Hal itu membuat buaya lebih leluasa berenang untuk mencari mangsa. Saat ini, pihaknya sedang menuju ke lokasi guna ikut melakukan pencarian.

"Saat ini kita sedang menjemput perangkap yang digunakan untuk menangkap harimau Sumatera beberapa hari yang lalu di Salareh Aia. Nantinya kita lihat apakah perangkap ini nanti juga akan kita gunakan," katanya lagi.

Sementara itu, Wali Nagari Manggopoh, Ridwan Datuak Tumbijo mengakui masyarakat sering melaporkan adanya kemunculan buaya. Bahkan, hewan buas tersebut kerap terlihat berada cukup jauh dari aliran sungai. "Untuk lokasi penyerangan ini berada di kawasan pinggiran sungai yang sepi penduduk," terangnya.

Guna mengantisipasi konflik susulan, pihaknya akan memasang spanduk peringatan agar warga berhati-hati saat berada di sekitar sungai. "Sebelumnya sosialisasi dan imbauan sudah kita lakukan, namun masih ada warga yang melakukan aktifitas di Sungai Batang Masang ini," tutupnya.

Baca juga: Anisa Diterkam Buaya Batang Masang, BPBD Sisir Aliran dan Pinggir Sungai

Sebelumnya diberitakan, Anisa (9) Padang Mardani, dilaporkan diserang buaya muara pada Senin (17/1/2022) pagi.

Korban diterkam buaya saat pulang ke rumah usai mandi di sungai Batang Masang, dalam kawasan areal perkebunan plasma Yayasan Tanjung Manggopoh.

Saat diterkam buaya Meli (18) yang merupakan kakak korban sempat memberikan pertolongan dengan cara menarik tubuk adiknya. Namun usaha tersebut gagal sebab buaya yang berukuran cukup besar sudah menyeret korban ke dalam aliran sungai.

Saat ini petugas gabungan sedang berupaya melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga