Dirut Bank Nagari Sebut yang Dialami Nasabah Adalah Skimming, Bukan Pembobolan

Dirut Bank Nagari Sebut yang Dialami Nasabah Adalah Skimming Bukan Pembobolan Direktur Utama Bank Nagari, Muhammad Irsyad

Covesia.com - Direktur Utama Bank Nagari, Muhammad Irsyad mengatakan penyalahgunaan transaksi keuangan rekening nasabah disebabkan oleh praktik kejahatan Skimming, bukan pembobolan.

"Skiming adalah metode pencurian melalui alat yang bernama skimmer. Alat perekam yang dipasang pada Card Reader atau tempat memasukkan kartu ATM dan kamera yang dipasang pada cover Pinpad atau tempat menginput tombol PIN pada mesin ATM, dengan tujuan mencuri data kartu ATM dan PIN Nasabah,"ungkap Irsyad dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/5/2022).

Ia menegaskan kejadian itu bukan merupakan pembobolan sistem pada Bank Nagari. Skimming bagi Bank lain terutama Himbara sudah hal yg biasa dan rutinitas yang mereka selesaikan langsung dengan nasabah-nasabahnya.

Ssmentara pencurian pada data kartu ATM dan PIN yang dipegang oleh Nasabah. Saat ini Metode pencurian via Skimming bukan merupakan hal yang baru pada Perbankan. Hal ini juga telah pernah terjadi pada nasabah Bank lainnya.

Menanggapi keluhan nasabah, Bank Nagari telah melakukan percepatan penanganan secara komprensif. Seperti, melakukan penanganan terhadap seluruh kartu ATM yang terindikasi kemungkinan terkena Skimming.

"Melakukan pengecekan dan memastikan secara intensif kondisi mesin  ATM Bank Nagari tidak terdapat alat perekam dan kamera yang dipasang untuk kegiatan Skimming. Kemudian, Manajemen Bank menyampaikan pernyataan bahwa nasabah yang terdampak kejadian tersebut menjadi prioritas utama penyelesaian pengembalian dana sesuai hasil investigasi,"jelasnya.

Irsyad menyebutkan Bank secara intensif melalui media sosial dan Website Bank Nagari akan terus memberikan edukasi kepada nasabah terkait tips aman bertransaksi di mesin ATM dan himbauan untuk lebih banyak menggunakan transaksi secara digital : Nagari Mobile Banking, Nagari Cash Management, Penarikan Tunai Tanpa Kartu, serta mengenali modus penipuan transaksi keuangan perbankan.

Diberitakan sebelumnya, Pada 4 dan 5 Mei 2022, telah terjadi penyalahgunaan transaksi keuangan pada kartu ATM Nasabah Bank Nagari. Call Center dan Kantor Layanan Cabang menerima laporan pengaduan nasabah dari tanggal 5 Mei 2022 sd tanggal 8 Mei 2022.

Laporan ini dilakukan oleh nasabah setelah mengetahui melalui SMS Notifikasi yang diterima terkait adanya transaksi keuangan yang tidak dilakukan oleh nasabah karena fisik kartu ATM asli berada pada nasabah tersebut.

Menanggapi situasi tersebut, pihak Bank langsung melakukan percepatan penelusuran investigasi. Pertama melakukan pengecekan terhadap data transaksi terakhir yang dilakukan oleh nasabah melalui Kartu ATM sebelum terjadi kejadian transaksi mencurigakan yang dilaporkan nasabah.

Kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi ATM Bank Nagari yang diduga menjadi transaksi terakhir nasabah dan mengambil rekaman CCTV di lokasi ATM yang dimaksud.

"Berdasarkan investigasi diperoleh transaksi yang terjadi menggunakan Kartu ATM Bank Nagari yang bertransaksi pada Channel ATM Bank Lain di luar Provinsi Sumatera Barat,"jelas Irsyad.

(lia)

Berita Terkait

Baca Juga