Damkar Padang: Ini Penyebab dan Langkah Antisipasi Ketika Terjadi Kebakaran

Damkar Padang Ini Penyebab dan Langkah Antisipasi Ketika Terjadi Kebakaran Ilustrasi personel Damkar Padang saat berjibaku memadamkan api saat kejadian kebakaran beberapa hari yang lalu di Padang (Foto: dok. Damkar Padang)

Covesia.com - Kepala Bidang Operasional Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutan Hendra mengungkapkan, sebanyak lebih kurang 20-30 peristiwa kebakaran terjadi di Kota Padang setiap bulannya.

Dikatakan Sutan, peristiwa kebakaran di Kota Padang terjadi di berbagai aspek, yaitu kebakaran lahan, pertokoan, dan rumah.

"Kalau dirata-ratakan dalam sebulan bisa terjadi 20-30 kali peristiwa kebakaran. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor," ujar Sutan kepada Covesia.com, Senin (16/5/2022).

Menurut Sutan, perisitiwa kebakaran sering terjadi karena kelalaian masyarakat, baik kebakaran lahan, pertokoan, maupun kebakaran rumah. 

"Misalnya kebakaran lahan diakibatkan oleh masyarakat yang membakar sampah atau membuka lahan, lalu ditinggalkan begitu saja, sementara lahan berada di daerah rawan kebakaran," ucap Sutan.

Sementara itu, lanjut Sutan, kebakaran rumah dan pertokoan sering dipicu oleh masalah korsleting listrik atau kebocoran gas. 

"Masyarakat terkadang lalai, seperti meninggalkan colokan yang masih terpasang di stopcontact saat meninggalkan rumah atau lupa melepas regulator gas," papar Sutan. 

Menurut Sutan, mitigasi menghadapi kebakaran juga perlu dipelajari agar terhindari dari 'panic attack'. Salah satunya dengan memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal atau pertokoan.

Sutan menyarankan agar membuat rumah dengan dua pintu akses keluar rumah. Hal ini dapat menghindari korban jiwa jika terjadi kebakaran.

Selain itu, lanjut Sutan, penggunaan pintu kayu dengan teralis besi juga tidak dianjurkan, karena pada saat kebakaran besi akan memuai terkena panas sehingga pintu susah dibuka. 

"Ada peristiwa kebakaran di daerah Gunung Panggilun pada awal lebaran, yang mengakibatkan tiga orang meninggal, itu karena ruko dengan pintu teralis besi hanya punya satu pintu keluar, jadi ketika terjadi kebakaran mereka lari kebelakang dan terjebak di kamar mandi," ujarnya.

Sutan juga turut mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan rumah dari benda yang bisa menimbulkan kebakaran di saat keluar rumah.

"Ketika keluar rumah cabut semua peralatan listrik yang masih terpasang di stop kontak, cabut juga selang regulator dari tabung gas," pungkasnya.

Untuk menghindari kebakaran lahan, Sutan mengimbau masyarakat supaya tidak meninggalkan lahan saat api masih hidup.

"Kalau terpaksa membakar di lahan kering jangan sampai ditinggalkan, pastikan api sudah dalam keadaan mati baru boleh pergi," tutupnya.

(pyd)

Berita Terkait

Baca Juga