Sampah dan Baliho Tak Tertata ''Merusak'' Flyover BIM, Pemprov Sumbar Lakukan Ini

Sampah dan Baliho Tak Tertata Merusak Flyover BIM Pemprov Sumbar Lakukan Ini Wagub Sumbar Audy Joinaldy (tengah)

Covesia.com -  Kondisi Flyover selepas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tampak tercederai. Hal tersebut karena adanya sampah yang dibuang sembarangan di sekitar flyover, baliho-baliho yang tidak tertata dengan rapi, sehingga memberikan kesan yang kurang baik.

Padahal flyover yang berada di  Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman tersebut merupakan salah satu pintu gerbang yang memberikan impresi awal bagi pengunjung yang masuk ke Sumatera Barat. Terutama bagi pengunjung yang datang melalui jalur penerbangan. 

Menanggapi itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengungkapkan rencana Pemprov Sumbar untuk melakukan penataan kembali kawasan flyover agar lebih bersih, tertata, serta memberikan kesan yang lebih menarik saat memasuki wilayah Sumbar.

"Ketika keluar dari BIM, itu lah wajah awal Sumbar, 'first imprestion' kita, terutama bagi orang yang datang melalui jalur penerbangan," ungkap Audy, ditulis Sabtu (21/5/2022).

Melihat kondisi saat ini, Audy menyebutkan perlunya perhatian khusus, terutama dari Pemerintah Kab. Padang Pariaman.

"Penataan ini tentu butuh kolaborasi, dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Angkasa Pura juga stakeholder terkait lainnya," ujarnya.

Selain itu, dalam rangka penataan, Ia juga mengarahkan agar ke depan dana CSR dari pihak Angkasa Pura, maupun perusahaan lainnya yang berhubungan dengan penerbangan serta berada disekitar flyover Bandara itu diarahkan untuk penataan kawasan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang menyebutkan pembuangan sampah di sekitar flyover adalah ilegal, dan pihaknya berkomitmen untuk melakukan penertiban.

"Pembuangan Sampah di Flyover itu jelas ilegal, dan akan kita tertibkan, bila perlu akan diberikan sanksi," tegasnya.

Meski masih dalam tahap penjajakan, diketahui nantinya rencana perubahan wajah flyover yang sudah mendapat sambutan positif berbagai pihak tersebut, akan ditindaklanjuti dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Pemkab Padang Pariaman, Angkasa Pura II, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar sebagai bentuk komitmen terhadap rencana penataan. 

(*)

Berita Terkait

Baca Juga