Lewat Inovasi Sirup Herbal Kayu Manis, Fadli Rahmadi Wakili Sumbar dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Nasional 2022

Lewat Inovasi Sirup Herbal Kayu Manis Fadli Rahmadi Wakili Sumbar dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Nasional 2022 Fadli Rahmadi mempromosikan produk Sirup herbal Malbar Cassiavera kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Covesia.com - "Berikanlah sesuatu yang terbaik, maka kamu akan mendapatkan yang terbaik." Agaknya kata-kata bijak inilah yang menjadi motifasi bagi Fadli Rahmadi, untuk mengembangkan ekonomi masyarakat melalui sirup herbal berbahan dasar kayu manis.

Bahkan lewat produk ciptaannya itu, ia berhasil menjadi utusan Kabupaten Agam dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Nasional (PPPN) tahun 2021 Di Sumatera Barat dan tahun ini mewakili Provinsi tersebut untuk tingkat nasional.

Fadli Rahmadi, membawa nama Provinsi Sumatera Barat dari bidang pangan dengan judul " Inovasi Pangan Lestari dan Berkelanjutan Sirup Kulit Manis Malbar Cassiavera tanpa limbah dan pertama di Indonesia".  

Pria kelahiran Bukittinggi, 5 Oktober 1995 ini sukses melakukan kepeloporannya dengan konsep pengorganisasian masyarakat dan inovasi pangan melalui KWTH -AWR ( Kelompok Wanita Tani Hutan - Aktivitas Wanita Rajin ) dan Sirup Kulit Manis Malbar Cassiavera.

"Konsepnya ini industri rumah tangga dengan memanfaatkan sumberdaya alam setempat tanpa limbah dan adanya pengorganisasian masyarakat," ujarnya saat berbincang-bincang dengan Covesia.com, Senin (20/6/2022).

Berbekal ilmu yang ia dapatkan di Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, pria yang akrab di sapa Fadli ini mencoba menciptakan sebuah produk dari bahan baku kayu manis.

"Sirup Kayu Manis yang saya ciptakan merupakan produk pertama di Sumatera Barat, kita memakai 100 persen tumbuhan alami dan limbah yang dihasilkan kita olah menjadi pupuk dan bricket" Katanya.

Menjalankan ide tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sebagai menantu (Rang Sumando) malalak tepatnya di jorong hulubanda nagari malalak barat. tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat disekitarnya. Namun ide tersebut tidak mendapatkan respon bagus jadi terpaksa harus memulainya sendiri

Melihat kayu manis sebagai hasil utama masyarakat setempat, terbesitlah niat untuk membuat produk turunan yang bisa meningkatakan nilai jual serta ekonomi keluarga. "Kayu manis ini kan salah satu rempah yang memiliki banyak khasiat, rasanya memiliki potensi besar jika dikembangkan dan terciptalah sirup herbal Kayu Manis Malbar Cassiavera," tuturnya lagi.

Kembali ketujuan awalanya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, Ia mulai merangkul masyarakat terutama kaum ibu untuk mencoba memproduksi hingga terbentuklah Kelompok Wanita Tani Hutan - Aktivitas Wanita Rajin.

"Untuk modal awal memberikan pelatihan hanya sebesar Rp 170 ribu dengan peralatan seadanya. Saat ini sudah bisa memprodukai secara besar-besaran dan membeli peralatan yang lebih sempuran serta menyewa tepat produksi," imbuh Fadli.

Awal mula memperkenalkan produk tersebut ke tengah masyarakat, ia terjun langsung ke lapangan bahkan menjajalkannya ke kawasan perkantoran, pasar dan warung-warung kopi. Pertama ia memperkenalkan nama dan tempat produksi, kemudian bahan baku 100 persen herbal dilanjutkan dengak rasa dan khasiat minuman tersebut.

"Sudah kita perkenalkan, langsung kita buka satu botol dan dicampurkan kepada minuman kopi ataupun teh, alhamdulillah mereka suka dan tertarik untuk membeli," katanya lagi.

Setelah selesai promosi dan pemasaran awal, Fadli langsung mengajak pemuda setempat untuk bekerjasama dalam pemasaran dengan ketentuan   20 persen hasil penjualan produk. "Alhamdulillah sirup herbal kita ini semakin berkembang dan siap produksi secara besar-besaran," katanya lagi.

Guna menjaga kualitas produk Kelompok Wanita Tani Hutan - Aktivitas Wanita Rajin bekerjasama dengan Puskesmas Malalak untuk mencek kelayakan produksi, kesehatan dan keamanan pangan.

Saat ini produk sirup herbal kayu manis ini sudah Dipasarkan ke Bandung, Jakarta, Tanjung Balai Karimun dan saat ini sedang mengupayakan Go internasional.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga