Warga Garagahan Lubuk Basung Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi dan Tapal Batas ke Anggota DPRD

Warga Garagahan Lubuk Basung Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi dan Tapal Batas ke Anggota DPRD

Covesia.com - Masyarakat Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, keluhkan kesulitan mereka untuk mendapatkan pupuk bersubsidi serta tapal batas Nagari, ke Anggota DPRD Sumatera Barat, Lazuardi Erman. 

Hal itu disampaikan masyarakat Nagari Garagahan saat Anggota Dewan tersebut mengadakan reses di daerah itu, Kamis (23/6/2022). 

Salah seorang masyarakat Nagari Garagahan Usman mengatakan, sebagian besar masyarakat Nagari Garagahan berprofesi sebagai petani, namun saat ini mengalami kendala terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. 

"Kami para petani mengeluh karena sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, ada yang dari kelompok tani namun tidak mencukupi," ujarnya.

Sementara itu dalam diskusi yang dilaksanakan di SMPN 6 Nagari Garagahan tersebut salah seorang warga, Awen juga melaporkan permasalah tapal batas di Dusun Simaruok Jorong II Garagahan dengan Lubuak Gadang, Nagari Batu Basa, Kabupaten Padang Pariaman.

"Saat sekarang ini masyarakat di Dusun Simaruok yang berbatasan dengan Batu Basa mengalami kendala terkait Tapal batas yang kurang jelas. Kami berharap DPRD Sumbar bisa membantu penyelesaian.

Sementara itu Anggota DPRD Sumbar, Lazuardi Herman mengatakan reses tersebut merupakan tanggung jawab DPRD terhadap masyarakat dalam menjemput aspirasi yang nantinya menjadi bahan pertimbangan dan usulan di DPRD nantinya.

Terkait kelangkaan Pupuk bersubsidi menurut Anggota DPRD Sumbar tersebut sudah terjadi secara nasional, tidak ada kejelasan harga dan distribusi sehingga menyulitkan petani untuk mendapatkannya di sebagian besar daerah.

"Pupuk bersubsidi ini sudah menjadi keluhan nasional, hampir di seluruh daerah para petani mengeluhkan sulit untuk mendapatkannya," katanya.

Menanggapi hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Agam terkait roduksi pupuk organik yang nantinya bisa menjadi alternatif bagi petani.

"Tahun ini kita bekerja sama dengan Distan Agam untuk pengadaan mesin produksi pupuk organik, nanti akan dilakukan uji coba dan setelah berhasil nanti kita kembangkan untuk kelompok tani," katanya lagi.

Dalam Penyelesaian masalah tapal batas, pihaknya siap menfasilitasi ke Provinsi Sumatera Barat sebab selain menyangkut batas wilayah tapal batas juga berdampak kepada batas pemerintahan.

"Ini menyangkut perbatasan dua Kabupaten, yaitu Agam dan Pariaman, kita siap menfasilitasi di Provinsi," tutupnya. 

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga