Ombudsman Temukan Adanya "Mark Up" Nilai di SMPN 1 Padang, Ini Penjelasan Kepsek

Ombudsman Temukan Adanya Mark Up Nilai di SMPN 1 Padang Ini Penjelasan Kepsek Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Covesia.com - Ombudsman temukan adanya dugaan pendongkrakan nilai (mark up) di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang, usut punya usut SMP yang dimaksud adalah SMPN 1 Padang.

Menanggapi hal itu Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Padang Yan Hendrik, tidak menampik adanya isu tersebut. Dia mengatakan telah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Padang.

"Jadi isu itu sudah kita sampaikan dan telah kita kembalikan ke nilai aslinya," ujarnya kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Yan Hendrik bahkan mengatakan, Mark Up nilai tersebut dilakukan oleh para wali kelas di 8 kelas siswa kelas 7, meski demikian, dia berkilah bahwa aksi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya selaku kepala sekolah. 

"Sebenarnya ini sudah dilarang, namun tanpa sengetahuan saya, wali kelas melakukan mark up nilai, dan kita telah melakukan pelarangan," ujarnya.

Dia juga mengatakan baru mengetahui kejadian ini pada hari kamis tanggal 24 Juni 2022. Dan dikatakan dia dihubungi oleh salah seorang wali murid yang menyatakan dia punya data ada perubahan nilai.

"Dari sanalah saya tau, dan saya tanyakan mana data itu, dan diberikanlah data tersebut," ungkapnya.

Dia juga mengatakan tidak mengetahui apa motifnya wali kelas tersebut melakukan hal demikian dan katanya dia sudah melarangnya. 

"Selain itu, saya tidak mengetahui motif terjadinya perubahan nilai yang dilakukan oleh walikelas kepada siswa. Saat ini nilainya, sudah kita kembalikan, dan walikelas sudah kita berikan teguran tertulis saja," tutupnya.

(adi) 

Berita Terkait

Baca Juga