Sepanjang 2021, 1.011 Kasus Diselesaikan Polda Sumbar dengan Restorative Justice

Sepanjang 2021 1011 Kasus Diselesaikan Polda Sumbar dengan Restorative Justice Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Satake Bayu Setianto, di sela-sela FGD bersama LKAAM Sumbar, di Padang, Selasa (28/6/2022)(Foto: dok. Covesia)

Covesia.com - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa menyebutkan sepanjang tahun 2021, pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 1.011 kasus secara Restorative Justice dari 5.585 kasus.

"Kemudian sepanjang tahun 2022 ini, dari 2.257 kasus kriminal 257 kasus dapat diselesaikan dengan Restorative Justice," ungkap Kapolda Sumbar, dalam FGD Restorative Justice bersama LKAAM Sumbar, Selasa (28/6/2022).

Kapolda mengungkapkan ada beberapa manfaat yang diperoleh dalam restorative justice ini, pertama pertentangan sosial antara masyarakat bisa kita reduksi, asas musyawarah dan mufakat sangat ditonjolkan, kemudian efisiensi anggaran negara.

"Terkait efisiensi anggaran ini, harus kita akui proses peradilan masih berbelit-belit, seperti di internal kita saja ada proses penyelidikan, penyidikan hingga peradilan, itu memakan waktu yang panjang," ungkapnya.

Ia menegaskan, sudah banyak contohnya di Satreskrim, Ditreskrimum dan Ditreskrimsus terkait restorative justice tersebut.

"Restorative justice ini bisa diterapkan kecuali pada kasus Korupsi, Terorisme, Makar, dan Narkoba," jelasnya.

"Terkait penanganan kasus hukum di luar peradilan, artinya non vokasi itu bisa diselesaikan dengan restorative justice," sambungnya.

Kapolda menyebutkan, hal tersebut bertujuan penyelesaian sengketa-sengketa hukum di internal masyarakat tidak harus semuanya diselesaikan secara proses peradilan.

(don)



Berita Terkait

Baca Juga