Saling Ejek, Ledek, dan Lempar Air Aqua Hiasi Prosesi Kedua Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2022

Saling Ejek Ledek dan Lempar Air Aqua Hiasi Prosesi Kedua Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2022 Istimewa

Covesia.com- Hoyak Tabuik Piaman 2022 kembali digelar dengan sejumlah rangkain prosesi. Setelah sebelumnya dilakukan Maambiak Tanah (mengambil tanah), kini prosesi kedua yang dilakukan yaitu Manabang Batang Pisang (menebang pohon pisang).

Prosesi Manabang Batang Pisang berlangsung pada Rabu, (3/7/2022), dimulai pukul 16.00 WIB. Ketua Panitia Pesona Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022 Elfis Chandra mengatakan, prosei Maambiak Tanah dilakukan di dua lokasi yang berada di Kecamatan Pariaman Tenggah. 

"Tabuik Subarang di lakukan di Kelurahan Lohong. Semetara itu, untuk Tabuik Pasa dilakukan di Simpang Alai Gelombang," ujarnya dalam keterangan tertulis ditulis, Kamis, (4/7/2022).

Elfis menjelaskan, menebang satu tebasan menggambarkan tajamnya pedang yang digunakan musuh Allah SWT, yakni Raja Yazid Bin Umaiyah yang saat bertempur dan akhirnya membunuh Hussen Bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW saat perang di Padang Karbala.

Lanjutnya, sebelum digunakan untuk menebang, pedang diarak keliling Kota Pariaman oleh pemuda dengan diiringi gandang tasa dan tambua dari masing-masing anak tabuik, dimana dalam arak-arakan ini, banyak anak-anak yang membawa galah bambu sepanjang 3 sampai 4 meter. Pada bagian ujungnya diikatkan bendera warna hitam dan putih serta ada juga lampu sumbu minyak tanah.

"Hasil tebangan dibawa ke daraga masing-masing rumah Tabuik, dima untuk Rumah Tabuik Subarang di Desa Cimparuh dan Rumah Tabuik Pasa di Kelurahan Karan Aur. Karena lokasi manabang batang pisang berjauhan maka di dalam perjalanan rombongan saling basalisiah (berselisih), dimana lokasi basalisiah ini terjadi di Simpang Tugu Tabuik, yang merupakan pusat Kota Pariaman," jelasnya.

Lanjut dia, pada malam harinya terdapat arak-arakan dari kedua pengikut yang usai melaksanakan prosesi Maambiak Batang Pisang.  Pada saat berselisih, kedua pengikut akan terlibat saling ejek yang berujung sambil ledek dan lempar air aqua.

Kemudian, setelah sedikit terjadi gesekan, suasanaya akan kembali kondusif, sehingga dalam basalisiah ini tidak ada yang terluka. "Hal ini telah kita antisipasi oleh Pemko Pariaman, dimana kita  menempatkan beberap personil Polisi, TNI, Pol PP dan satu unit mobil Damkar, dalam kegiatan basalisiah ini," tutupnya.

(lsm)

Berita Terkait

Baca Juga