Hewan Terjangkit PMK di Padang Tinggal 19 Ekor, Distan: Mulai Menuju Sembuh

Hewan Terjangkit PMK di Padang Tinggal 19 Ekor Distan Mulai Menuju Sembuh

Covesia.com - Dinas Pertanian Kota Padang menyebutkan hewan ternak positif yang terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Padang saat ini tinggal 19 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat, mengatakan semua hewan ternak yang terpapar adalah ternak sapi.

Dia menyebutkan, sebelumnya di Padang, berdasarkan hasil uji laboratorium ditemukan 40 ekor hewan ternak jenis sapi yang terpapar wabah PMK di tiga kecamatan, yakni Bungus Teluk Kabung dan Koto Tangah, serta Kecamatan Pauh.

"Saat ini, dari yang 40 ekor tersebut sudah sembuh 21 ekor. Hewan sakit tinggal 19 ekor lagi," tuturnya, ditulis Sabtu (13/8/2022)

Sementara, kondisi ke-19 ekor sapi yang masih terjangkit PMK saat ini, sudah menunjukan tanda-tanda menuju sembuh.

"Awalnya hewan yang 19 ekor ini ditemukan kakinya melepuh, namun saat ini sudah semakin membaik, makan sudah mau, berjalan juga sudah bisa," terangnya.

Kendati demikian, kata Syahrial, hewan yang sudah sembuh 21 ekor tersebut belum bisa dihilangkan di laporan nasional.

"Datanya nanti dilaporkan apabila semuanya sudah sembuh," sebutnya.

Hingga saat ini hewan yang mati ataupun potong paksa akibat PMK di Padang tidak ditemukan. "Sejauh ini di Padang hewan mati atau potong paksa tidak ditemukan. Hewan kita yang terpapar wabah PMK semuanya sembuh, tinggal yang 19 ekor ini yang belum sembuh," tuturnya.

Katanya, berdasarkan rapat, kebijakan nasional terhadap hewan yang dipotong paksa akibat PMK akan mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp10.000.000 per satu ekor.

Hal tersebut berlaku pada hewan terpapar di suatu daerah dibawah 50 ekor dan semuanya dianjurkan dipotong paksa untuk meminimalisir rantai penularan PMK. Bagaimana prosedurnya hingga saat ini belum diketahui. 

"Hal yang demikian itu sudah dilakukan di Bali, jadi daerah tersebut sudah dinyatakan bebas dari PMK. Kalau untuk daerah Sumbar sejauh ini belum ada, karena hingga kini kita belum mengetahui bagaimana prosedur penggantian uang dan yang lainnya," pungkasnya.

Berita Terkait

Baca Juga