Gunakan Sistem Baru, TWA Gunung Marapi Akan Dibuka Kembali

Gunakan Sistem Baru TWA Gunung Marapi Akan Dibuka Kembali Puncak Marapi (Foto: BKSDA)

Covesia.com - BKSDA Sumatera Barat akan kembali membuka  Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi pada Bulan Oktober dan memutuskan akan mengunakan sistem baru terkait pengelolaan kawasan .

Hal ini diputuskan dalam pertemuan yang diadakan BKSDA Sumbar dengan beberapa stackholder terkait kawasan TWA Gunung Marapi.

"Mengenai pengelolaan TWA Gunung Merapi sekaligus untuk mensosialisasikan rencana reaktifasi Taman Wisata Alam Gunung Marapi pada bulan Oktober 2022 nanti, kami BKSDA melakukan pertemuan dengan beberapa pihak membahas permasalahan itu," ujar Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, Jumat (16/9/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Ardi menjelaskan bahwa BKSDA memiliki sistem baru untuk pendakian yakni untuk 2 hari 1 malam, dibatasi 150 orang perhari, dan dikenai Tiket Pendapatan Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp.5000,- per hari serta juga akan dilibatkan asuransi kecelakaan.

"Kita sudah susun dan terapkan Standard Prosedur Operasional (SOP) Pendakian di TWA Marapi. Selain pendakian dapat juga dilakukan wisata Kemping (Bumi Perkemahan), Wisata Religi, dan Wisata Sejarah dilengkapi dengan Spot Foto yang menarik," jelasnya.

Sementara itu, Ardi mengatakan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan ijin usaha yang sesuai dengan tata blok yang telah ditetapkan.

"Kita buka peluang masyarakat untuk usaha, misalnya Izin Usaha Penyedia Sarana Wisata Alam yang dikeluarkan oleh menteri meliputi wisata tirta, akomodasi, transportasi, wisata petualangan serta olahraga minat khusus," ungkapnya.

Tidak hanya izin usaha sarana, masyarakat juga dapat mengajukan izin Usaha Penyedia Jasa Wisata Alam seperti Ijin jasa Pramuwisata, Infomasi pariwisata (seperti jual spot foto), transportasi, perjalanan wisata, cinderamata, Jasa makan dan minum (kuliner), dan persewaan peralatan wisata alam.

Mengenai kegiatan reaktivasi TWA Gunung Marapi dan rencana lounching jalur pendakian, Ardi menerangkan pihaknya akan melakukan tahapan kegiatan yakni Pembentukan Kader Konservasi, Pembentukan Forum Jasa Wisata, Sosialisasi Pembukaan Pendakian, Pemberdayaan pemuda dengan bantuan alat-alat pendakian.

"Kita juga akan melakukan tahapan temu masyarakat bina cinta alam sehingga dalam launching pendakian TWA Gunung Merapi dapat berjalan dengan baik," terangnya.

Ardi mengatakan dalam pertemuan tersebut seluruh pihak mendukung pengelolaan TWA Gunung Marapi dan pembukaan pendakian dengan menggunakan sistem yang dikelola oleh BKSDA Sumbar.

"Pastinya kita akan melibatkan seluruh stakeholder terkait baik di nagari, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi," kata dia.

(adi)


Berita Terkait

Baca Juga