Goa Panculan, Potensi Wisata di Agam yang Belum Terkelola Maksimal

Goa Panculan Potensi Wisata di Agam yang Belum Terkelola Maksimal

Covesia.com - Kabupaten Agam, Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata, saat ini masih banyak potensi-potensi yang belum tergarap maksimal.

Salah satunya Goa Panculan, terletak di Baluka Matua, Jorong Gumarang Dua, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, objek wisata alam ini berpotensi menjadi destinasi wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan serta meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. 

Berjarak sekitar 500 meter dari ruas jalan provinsi  Padang Koto Gadang menuju Kota Bukittinggi objek wisata ini menyuguhkan pemandangan indah rongga perbukitan batu murni ciptaan alam serta kawasan hutan asri dan udara sejuk.

Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Goa Panculan, Sepentri menjelaskan, Goa Panculan memiliki dua tingkat  dengan jarak hanya 10 meter antar satu dengan goa lain. 

Goa yang pertama yang diberi nama warga adalah Gua Panculan Atas. terletak di pinggang perbukitan, Objek wisata alam satu ini memiliki panjang sekitar 400 meter dengan suasana gelap dan dihuni oleh hewan siput putih, kelelawar, walet, jangkrik, stalagmit, stalagtit dan lainnya. 

"Untuk menuju ke sana pengunjung harus membawa penerangan karena minim cahaya,  meski gelap suasana di dalam goa membuat pengunjungnya serasa sedang berpetualang," katanya.

Lain halnya dengan Goa Panculan Bawah, memiliki panjang 500 meter dan berada di tepi sungai, objek wisata ini sering dikunjungi warga hanya untuk memancing, karena ikan cukup.

Selain itu Goa Panculan ini juga merupakan saksi sejarah pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dahulunya. Goa ini pernah dijadikan sebagai tempat  bersembunyi warga sekitar jika ada serangan dari Belanda.

Sepentri menjelaskan, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam memiliki sekitar ratusan gua alam dengan berbagai ukuran dan panjang. 

Namun yang bisa dikelola untuk destinasi wisata hanya Goa Panculan Bawah dan Goa Panculan Atas, karena jalan menuju lokasi sudah ada dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor. 

Sepentri mengungkapkan, Gua Panculan Atas telah dibuka semenjak 1,5 tahun lalu secara swadaya oleh anggota kelompok dan masyarakat sekitar. 

Awal mulanya ide pengelolaan Goa ini muncul saat  kegiatan trabas  pada pertengahan 2021 dengan peserta ratusan orang dari berbagai kabupaten kota di Sumbar, Riau dan lainnya.  para peserta mengaku takjub dengan pemandangan goa dan meminta agar dibuka untuk kunjungan wisata.

Atas dasar itulah akhirnya Pokdarwis Goa Panculan beserta masyarakat setempat mencoba membangun pondok untuk pengunjung beristirahat, membuat jalan masuk gua dan lainnya dengan swadaya. 

Meski sudah dilakukan secara swadaya upaya tersebut belum lah cukup, karena masih membutuhkan toilet, tempat bersantai serta stand kuliner, dan penerangan. Keluhan tersebut sudah disampaikan ke Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam saat mengunjungi goa pada 2021 lalu. "Kita berharap dukungan dari pemerintah agar  potensi objek wisata ini bisa terkelola sempurna," katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam Syatria mengatakan kedua goa itu telah masuk ke dalam destinasi wisata yang akan menjadi daya tarik bagi pengunjung ke Agam. 

Goa itu juga telah diusulkan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dan sudah diinput ke dalam data jalista.com milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 

Ke depan kata Syatria, goa akan dipromosikan sebagai destinasi wisata, dan edukasi bagi siswa dengan menggandeng sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam. 

"Untuk melengkapi sarana dan prasarana bisa dilakukan dengan swadaya masyarakat setempat, dukungan dari dana nagari, saat ini jalan menuju goa sedang dibangun dengan menggunakan dana Pokir anggota DPRD Sumbar," tutupnya.

Berita Terkait

Baca Juga