Pemprov Sumbar Bakal Buka Jalan Alternatif Malalak – Maninjau, ini Kata Bupati Agam

Pemprov Sumbar Bakal Buka Jalan Alternatif Malalak – Maninjau ini Kata Bupati Agam Foto: Pariyadi Saputra/Covesia.com

Covesia.com - Baru-baru ini seluruh jajaran instansi Pemprov Sumbar bersama Pemkab Agam meninjau langsung pembukaan jalan alternatif Malalak – Maninjau di Kabupaten Agam tepatnya pada Sabtu (17/9/2022) lalu.

Gubernur mengatakan pembukaan akses jalan ini dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat, pasalnya selama ini banyak potensi-potensi di Maninjau dalam distribusinya terjadi perlambatan dikarenakan jalan yang buruk.

“Disamping itu banyak peristiwa mobil tersekat dan longsor di kelok 44, semoga dengan dibukanya jalan alternatif ini dapat meminimalisir kejadian tersebut,” ujar gubernur saat mensurvey jalan tersebut.

Menanggapi hal itu Bupati Agam, Andri Warman mengatakan mendukung rencana pembangunan jalan alternatif Malalak - Maninjau. Hal tersebut karena keberadaan jalan tersebut bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Dia bahkan mengaku sebelum gubernur mensurvey jalan tersebut, dirinya telah meninjau beberapa bulan lalu lokasi rencana pembukaan jalan.

Namun katanya pihaknya menemukan persoalan terkait pembangunan jalan alternatif ini. Karena kawasan yang akan dijadikan masuk ke dalam kawasan hutan lindung.

"Masalahnya, kalau hutan lindung itu harus (diurus izinnya dulu) oleh dinas terkait ke kementerian terkait. Kalau memang memungkinkan, kami pemerintah daerah Agam dan pemerintah daerah Sumbar siap melakukan kerja sama," ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan usai acara pengukuhan guru besar di Universitas Andalas, ditulis Selasa (20/9/2022).

Dia juga menjelaskan jika jalan ini memang jadi dibangun, maka bisa meningkatkan sektor pariwisata Kabupaten Agam, dan dapat mempermudah arus transportasi menuju Lubuk Basung dan daerah sekitar.

"Pasalnya jalan kelok 44 saat ini tidak mungkin lagi diperlebar," jelasnya.

"Namun ini tentu membutuhkan waktu yang lama, tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Karena ada dua hal yang membuat lama yaitu izin hutan lindung dan anggarannya mungkin multi-years," sambung Andri.

Dia berharap pembukaan jalan yang menghubungkan Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak dan Nagari Sungai Batang di Kecamatan Tanjung Raya itu bisa terlaksana.

"Intinya, kita membangun jalan ini kan untuk menghidupkan ekonomi," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, administrasi untuk pembangunan jalan itu harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Artinya, antara pemerintah daerah, dan Kementerian Lingkungan Hidup harus clear dulu. Kalau tidak clear, kita bangun-bangun saja, tentu akan menimbulkan masalah baru," imbuhnya. 

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga