Lolos di 5 Besar, Pemuda Pelopor Asal Sumbar Ini Optimis Bisa Raih Peringkat Pertama Nasional

Lolos di 5 Besar Pemuda Pelopor Asal Sumbar Ini Optimis Bisa Raih Peringkat Pertama Nasional Fadli Rahmadi Saat Memperkenalkan Produk Sirup Herbal Kayu Manis Kepada Sandiaga Salahuddin Uno, beberapa waktu yang lalu (Foto: dok.Istimewa)

Covesia.com - Persaingan semakin sengit setelah Fadli Rahmadi, pemuda pelopor bidang pangan utusan Sumatera Barat dinyatakan lolos di 5 besar ajang pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional.

Ia kembali dipanggil oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk mengikuti penjurian tingkat nasional menuju 3 besar pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional. 

"Alhamdulillah kita lolos di lima besar di bidang pangan, penjurian nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-6 Oktober 2022 besok di Hotel Ciputra, Jakarta," ujarnya berbincang-bincang dengan Covesia.com, Rabu (21/9/2022).

Meski sudah dinyatakan masuk ke dalam 5 besar, hal itu tidak membuatnya berpuas diri. Saat ini ia lebih mempersiapkan materi presentasi untuk memikat hati seluruh dewan juri sehingga bisa meraih nilai tertinggi. 

"Untuk penjurian besok yang dinilai adalah presentasi kita terkait produk pangan serta kepeloporan di tengah masyarakat selain itu kita juga disuruh memperagakan cara produksi pangan yang kita usung. Sudah saya persiapkan dan optimis bisa mendapat nilai tertinggi," katanya lagi.

Fadli Rahmadi, merupakan pemuda pelopor asal Kabupaten Agam yang mewakili Provinsi Sumatera Barat dari bidang pangan ke tingkat nasional. ia membawa konsep Inovasi Pangan Lestari dan Berkelanjutan Sirup Kulit Manis Malbar Cassiavera tanpa limbah dan pertama di Indonesia.

Selain sukses dalam inovasi produk, ia juga berhasil mempelopori konsep pengorganisasian masyarakat dan inovasi pangan melalui KWTH -AWR (Kelompok Wanita Tani Hutan - Aktivitas Wanita Rajin ) serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Ide tersebut bermula saat mengamati kayu manis sebagai hasil utama masyarakat di Kecamatan Malalak untuk menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Berbekal ilmu yang ia dapatkan di Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, pria yang akrab di sapa Fadli ini mencoba menciptakan sebuah produk dari bahan baku kayu manis dan terciptalah Sirup herbal Kayu Manis.

Menjalankan ide tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, konsep tersebut tidak mendapat respon bagus sehingga harus memulainya sendiri.

Setelah sukses menciptakan produk turunan kayu manis ini, ia mencoba merangkul masyarakat terutama kaum ibu hingga terbentuklah Kelompok Wanita Tani Hutan - Aktivitas Wanita Rajin.

"Awalnya tidak ada niat untuk ikut ajang pemilihan Pemuda Pelopor nasional, Sebagai menantu (Rang Sumando) malalak tepatnya di jorong Hulubanda, Nagari Malalak Barat, tentunya saya ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat disekitar," tutupnya.

Saat ini produk sirup herbal kayu manis ini sudah Dipasarkan ke Bandung, Jakarta, Tanjung Balai Karimun dan saat ini sedang mengupayakan Go internasional.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga