Usai Tahu Korban Meninggal, Pelaku Penganiayaan di Payakumbuh Sempat Lari ke Kampung Korban 

Usai Tahu Korban Meninggal Pelaku Penganiayaan di Payakumbuh Sempat Lari ke Kampung Korban  Kelima pelaku penganiayaan saat digiring di Mapolres Payakumbuh Jumat (11/9/2020)(Foto: Angga)

Covesia.com - Polres Payakumbuh berhasil mengungkap aksi penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Jumat (11/9/2020). Penganiayaan ini dilakukan oleh lima orang pelaku di dekat SMP Negeri 7 Payakumbuh, Kota Payakumbuh, (7/9/2020) dini hari.

Kelima pelaku ini masing-masing HMD (20), IP(18) BLP (17), MI (17), dan RM (17). 

Pelaku HMD, BLP dan RM ditangkap oleh Satreskrim Polres Payakumbuh sehari setelah kejadian, Selasa (8/9/2020). Namun IP dan MI berhasil kabur dan menyerahkan diri pada Kamis (10/9/2020).

Dari penuturan yang disampaikan oleh MI dan IP, setelah mengetahui korban penganiayaan WA (23) meninggal dunia. Mereka berdua langsung melarikan diri dan sempat singgah ke kampung halaman korban di salah satu nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. 

"Kami tahu korban meninggal dunia keesokan harinya. Kemudian kami lari selama dua hari. Sempat lari ke arah Mudiak, Kabupaten Limapuluh Kota," kata MI.

Selama dua hari dirinya berpindah-pindah tempat. Tanpa tahu pernah singgah ke kampung halaman korban. 

Saat pelarian ini juga, mereka berdua juga mendengar tiga rekannya sudah tertangkap. 

Kemudian Kamis (10/9/2020) pagi timbul niat MI untuk menelpon orang tua. Disini, MI dibujuk oleh orang tuanya untuk menyerahkan diri. 

Setelah itu, MI minta di jemput bersama IP dan langsung diantar ke Polres Payakumbuh.

"Saya baru tahu di Polres dimana alamat korban. Saya sempat lewat di sana kemarin," sebut MI.

Sementara itu Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira menyebutkan  tiga pelaku berhasil ditangkap sehari setelah kejadian. Kemudian Kamis (10/9/2020) dua pelaku lain menyerahkan diri setelah diantar oleh keluarganya.

"Tiga ditangkap sehari setelah kejadian. Dua lagi menyerahkan diri dan diantar oleh keluarga," sebut Alex.

Peristiwa pengeroyokan yang membuat korban meninggal dunia ini berawal dari salah seorang pelaku, HMD yang kesal karena pacarnya berkomunikasi mesra dengan korban.

HMD pun mengajak empat rekannya untuk melakukan pengeroyokan, Senin (7/9/2020) dini hari. Sebelum beraksi, HMD terlebih dahulu membajak akun Facebook pacarnya dan chat dengan korban dengan tujuan memancing korban.

Setelah korban berhasil dipancing, HMD mengeroyok korban hingga tak sadarkan diri. Korban yang dilarikan kerumah sakit Ibnu Sina Payakumbuh meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama 11 jam.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga