Cukup Membahayakan, Pemkab Pasaman Usulkan Pemangkasan Pohon di Pinggir Jalan Cagar Alam Rimbo Panti

Cukup Membahayakan Pemkab Pasaman Usulkan Pemangkasan Pohon di Pinggir Jalan Cagar Alam Rimbo Panti Tim gabungan saat melakukan inventarisir pohon berbahaya di pinggir jalan Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman, Selasa (15/9/2020).

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengusulkan kepada Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) maupun Pemprov Sumbar terkait pemangkasan sejumlah pohon yang dianggap mengancam jiwa pengendara di sepanjang jalan Cagar Alam Rimbo Panti.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui Sekretaris Daerah, Mara Ondak mengatakan pemangkasan pohon di sepanjang pinggir jalan Cagar Alam Rimbo Panti ini karena dinilai cukup membahayakan dan bisa tumbang terutama musim penghujan disertai angin kencang saat ini.

"Kami sudah menurunkan tim gabungan untuk melakukan penyilangan puluhan batang pohon besar yang ada di sepanjang jalan kawasan wisata cagar alam rimbo panti itu dilakukan oleh Tim BKSDA, UPT KPHL Pasaman Raya, BPBD Pasaman, Dinas PUTR Pasaman, dan Bagian Perekonomian dan SDA. Nanti hasil inventarisir tim gabungan ini nanti akan kita jadikan bahan pengusulan pemangkasan pohon itu ke BKSDA maupun Pemprov Sumbar," terang Sekretaris Daerah, Mara Ondak kepada Covesia.com, Selasa (15/9/2020).

Mara Ondak menyampaikan ada puluhan pohon besar yang ada di tepi jalan tepatnya kawasan wisata Cagar Alam Rimbo Panti, disilangi dengan cat merah yang dianggap kondisinya mengancam jiwa pengendara. 

"Tim gabungan kami berikan waktu bekerja di lapangan selama dua hari terhitung mulai hari ini hingga besok. Tadi kami mendapat informasi ada sekitar 52 batang pohon besar yang berpotensi mengancam jiwa pengendara jika tidak dilakukan pemangkasan secepatnya. Penyebab tumbangnya bisa karena hujan deras disertai angin kencang maupun tumbang sendiri," tambah Mara Ondak.

Mara Ondak menuturkan, pemangkasan batang kayu tepi jalan kawasan wisata cagar alam rimbo panti itu dilakukan selain untuk memperindah kawasan tersebut juga dilakukan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pohon tumbang ke jalan dan mengancam keselamatan pengendara yang melintas di daerah itu. 

Terlebih pada saat musim hujan disertai angin, maka pohon besar tepi jalan itu dinilai cukup membahayakan para pengguna jalan.

"Hampir setiap tahun,  kayu-kayu besar yang berumur puluhan tahun di pinggir kawasan wisata cagar rimbo panti itu memakan korban bagi pengendara yang melintas di daerah itu. Makanya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, makanya kita silang dengan cat, dan kemudian kita usulkan izinnya ke BKSDA Sumbar untuk selanjutnya dilakukan pemangkasan," katanya.

Ia mengaku persoalan korban jiwa yang diakibatkan oleh pohon sudah berumur puluhan tahun yang berada disepanjang pinggir jalan Cagar Alam Rimbo Panti ini sudah menjadi persoalan sejak lama.

"Tidak sedikit laporan masuk kepada pemerintah daerah ini baik lewat masyarakat langsung maupun melalui DPRD Pasaman. Bahkan jika pohon itu tumbang juga merusak jaringan instalasi listrik PLN yang ada dipinggir jalan tersebut. Namun karena daerah itu merupakan kawasan Cagar Alam, makanya kita harus lewati mekanisme yang berlaku agar tidak melanggar aturan yang ada," katanya.

Sementara Ketua Fraksi NasDem, Ahmad Khadafi mengaku sangat mengapresiasi langkah pemda setempat yang sudah mengakomodir aspirasi masyarakat setempat dalam tindaklanjut penanganan ancaman kemanusiaan di kawasan Cagar Alam Rimbo Panti.

"Persoalan ini sebenarnya sudah jadi masalah yang setiap tahun terus memakan korban jiwa. Kita tidak bermaksud merusak ekosistem alam yang ada di kawasan Cagar Alam Rimbo Panti. Namun hanya untuk melakukan pemangkasan bagi pohon-pohon besar yang sudah tua dan berpotensi tumbang ke badan jalan," terang Ahmad Kadafi.

Ahmad Kadafi menyampaikan dengan adanya usulan dari Pemda Pasaman itu hendaknya bisa ditindaklanjuti oleh pihak BKSDA Sumbar maupun Pemprov Sumbar.

"Persoalan ini harus dengan cepat ditindaklanjuti. Jangan sampai kita tunggu ada korban lagi yang terjadi dilokasi tersebut. Namun tentu kita harapkan nanti tetap memperhatikan ekosistem alam di kawasan Cagar Alam Rimbo Panti itu. Sebab itu merupakan kawasan yang dilindungi oleh Undang-undang dan menjadi salah satu paru-paru dunia," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga