Sudah 8 Pasien Positif Covid-19 di RSAM Bukittinggi Meninggal

Sudah 8 Pasien Positif Covid19 di RSAM Bukittinggi Meninggal Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar)(Foto: Debi)

Covesia.com - Rumah sakit Achmad Muchtar Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan untuk Covid-19 di Sumbar.

RSAM sendiri mencatat sudah 129 pasien yang telah ditangani selama pertengahan Maret hingga September 2020.

Untuk pasien yang dirawat berasal dari berbagai daerah di Sumbar yang dirujuk melalui rumah sakit daerah maupun puskesmas dengan gejala Covid-19.

Humas RSAM, Mursalman Chaniago mengatakan hingga Rabu (16/9/2020) malam RSAM telah merawat 129 pasien Covid-19.

"Dari 129 pasien itu, 82 pasien dinyatakan sembuh, 39 pasien masih menjalani perawatan dan 8 pasien meninggal dunia," katanya, Kamis (17/9/2020).

Sementara itu, ruang isolasi penanganan Covid-19 di RSAM sendiri sudah penuh sejak melonjaknya kasus Covid-19 di Sumbar pada Agustus 2020. 

Dimana diruang khusus Covid-19 hanya memiliki 42 tempat tidur sedangkan pasien Covid-19 masih banyak yang tidak bisa tertampung untuk dirawat dikarenakan jumlah tempat tidur yang tidak memadai.

"Untuk dirawat di ruang Covid-19, pasien ada yang terpaksa ditolak dan dirujuk ke rumah sakit lain bahkan pasien harus mengantri jika ada pasien yang lain yang dinyatakan sembuh dan baru bisa masuk," jelasnya.

Meski demikian, ia menyampaikan tenaga kesehatan terus berupaya memberikan penanganan yang terbaik bagi pasien Covid-19 untuk segera bisa sembuh dan pulih kembali.

"Tenaga kesehatan juga tak henti-hentinya memberikan semangat sembuh bagi pasien termasuk terus berdoa dan meminta kesembuhan pada sang pencipta," ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat luas untuk selalu mengingat bahwa pandemi Corona Virus Diseases (Covid-19) masih menjadi ancaman bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

"Kita jangan sampai lengah tetap terapkan protokol Covid-19 karena wabah Covid-19 masih mengancam yang bisa menyebabkab kematian," imbaunya.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga