Prodi Teknik Geodesi ITP Kembangkan Kurikulum Berorientasi Kebutuhan Dunia Industri

Prodi Teknik Geodesi ITP Kembangkan Kurikulum Berorientasi Kebutuhan Dunia Industri Ketua Prodi Teknik Geodesi ITP Fajrin

Covesia.com - Berdiri sejak tahun 2002, program studi teknik geodesi Institut Teknologi Padang (ITP) Sumatera Barat (Sumbar), menjadi program studi teknik geodesi pertama di pulau Sumatera.

Selain itu, program studi teknik geodesi ITP, satu satunya program studi tekkni geodesi dengan program jenjang sarjana di Sumatera bagian Tengah Utara.

"Ratusan mahasiswa telah lulus di program studi tekkni geodesi ITP," sebut Ketua Prodi Teknik Geodesi ITP, Fajrin kepada Covesia.com pada Senin (21/9/2020).

Lanjut Fajrin, di era industry 4.0 ini program studi teknik geodesi terus melakukan perubahan, yaitu salah satunya melalui program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) kemendikbud.

"Salah satu yang ditawarkan program studi teknik geodesi ITP adalah program magang mahasiswa 1 semester, yang dipilih secara sukarela dimulai dari semester 6 dan semester 7," ungkapnya. 

Dikatakan Fajrin, program magang ini adalah bentuk link and match yaitu, merupakan konsep untuk menyelaraskan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia Industri. 

Dalam hal ini, link and match biasanya berhubungan dengan kesiapan lulusan dengan kebutuhan industri. 

Pasalnya hingga saat ini kebutuhan tenaga kerja dibidang geospasial tidak selaras dengan jumlah lulusan yang dihasilkan, oleh karena itu program studi teknik geodesi ITP mengambil langkah konkrit dengan mengembangkan kurikulum yang berorientasi kepada kebutuhan dunia industri. 

Fajrin menyebutkan, saat ini program teknik Geodesi mendapat mandat mengembangkan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka melalui skema Hibah MBKM.

"Sebab, kita tahu berdasarkan laporan pemerintah bahwa Indonesia kekurangan atau defisit tenaga kerja dibidang geospasial untuk pemetaan tematik, pekerjaan kadaster, dan bidang bidang survey lainnya, artinya kebutuhan akan lulusan menjadi tenaga professional dibidang informasi geospasial sangat tinggi," ungkapnya. 

Selain itu kebutuhan dunia industry menginginkan lulusan yang siap berkerja dan berinovasi, inilah tantangan abad 21. Terkait hal itu tentu pihaknya menyambut baik program pemerintah melalui MBKM yang ditawarkan.

Lebih lanjut Fajrin menyampaikan, program magang ditawarkan kepada mahasiswa melalui kerjasama dengan mitra industri sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, pihak industri melalui program magang ini akan mendapatkan talenta berbakat yang akan diserap oleh perusahaan.

Meskipun demikian, namun lulusan program studi teknik geodesi di Indonesia sangat terbatas jumlahnya. Bagi program studi teknik geodesi ITP masukkan dari mitra dunia industri merupakan umpan balik yang sangat penting dalam mengembangkan kurikulum dan kompetensi mahasiswa sehingga keterpakain lulusan menjadi lebih luas.

"Manfaat lain yang diperoleh oleh mahasiswa adalah keterlibatan langsung dengan praktik professional, mengembangkan hard skill dan soft skill. Tentunya mahasiswa mampu membangun jejaring di luar kampus, karena mereka terlibat langsung dengan berbagai kegiatan professional diperusahaan tempat magang," ucapnya. 

"Inshaallah di Desember 2020 nanti kami akan memprogramkan magang 1 semester yang kami setarakan dengan 20 SKS, dan beberapa perusahaan telah mengadakan MoU dengan program studi teknik geodesi ITP," jelasnya. 

Kemudian kata Fajrin, pihaknya akan menargetkan penandatangan kerjasama dengan beberapa perusahaan lagi. Pihaknyapun akan mendorong perusahaan tersebut untuk merekrut talenta dari ITP.

Fajrin mengatakan, tahun akademik 2020/2021 sampai 29 September 2020, pihaknya hanya menerima 80 mahasiswa baru.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga