SMKN 1 Pasaman Launching Produk Paston Tortila Jagung

SMKN 1 Pasaman Launching Produk Paston Tortila Jagung Produk kreatif Paston Tortila Jagung hasil produksi kewirausahaan para Siswa SMKN 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Ist)

Coveaia.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat melaunching produk kreatif Paston Tortila Jagung hasil produk kewirausahaan para Siswa di daerah itu.

Kepala SMK Negeri 1 Pasaman, Edi Supanri mengatakan launching produk Paston Tortila Jagung itu merupakan sebagai bentuk keseriusan pihak sekolah setempat dalam pembentukan Siswa Entrepreneor/e- Commerce.

"Ini merupakan hasil produk Siswa SMKN 1 Pasaman yang sudah kita bina selama ini. Jadi kita memang serius dalam mewujudkan Siswa Entrepreneor/e- Commerce. Nanti produk Siswa ini akan kita patenkan dan dipasarkan kepada masyarakat luas agar bernilai ekonomis," terang Kepala SMK Negeri 1 Pasaman, Edi Supanri, Selasa (22/9/2020).

Pihaknya juga melaksanakan workshoap penguatan pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan berbasis project based learning, dan pembentukan Entrepreneor /e- Commerce.

"Jadi kedepannya kita akan jadikan wadah ini sebagai media dalam pengayaan, dan pemasaran produk Siswa. Setidaknya nanti kita harapkan ada lulusan sekolah ini jadi pengusaha muda yang bisa mendobrak lebih besar ke dunia industri. Makanya kita mulai dari produk yang kecil ini terlebih dahulu," tambahnya.

Ketua Komite SMKN 1 Pasaman, Yuhendri Dt. Putiah mengaku sangat mendukung kegiatan positif ini guna meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

"Nantinya juga bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Pasaman Barat. Kemudian program ini bisa menjadi bekal bagi para Siswa yang akan tamat dari SMK ini untuk memasuki dunia kerja nantinya," kata Yuhendri Dt. Putiah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib Alfikri,SE.M.Si, mengatakan daerah Pasaman Barat ini sangat cocok memiliki  produk Jagung sebagaimana diketahui daerah itu penghasil jagung.

"Sangat mungkin Jagung sebagai bahan baku produk nantinya di tambah dengan Sekolah juga punya modal dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kita Dinas Pendidikan Provinsi tetap mendukung Program ini dan tidak lagi pihak Sekolah punya keluhan untuk hal ini. Sehingga kepala sekolah bisa membawa Anak-anak sekolah menjadi pengusaha dan berwirausaha nantinya," ungkap Adib Alfikri.

(hms/sumbar/hri)

Berita Terkait

Baca Juga