Sukses di Rantau, Audy Joinaldy Pulang Kampung Ingin Bangun Sumbar

Sukses di Rantau Audy Joinaldy Pulang Kampung Ingin Bangun Sumbar Audy Joinaldy

Covesia.com - Nama Audy Joinaldy di dunia perpolitikan memanglah baru. Namun, di dunia usaha khususnya di Indonesia Timur namanya sudah tak asing lagi.

Tak hanya sukses di bidang usaha, putra Joi Kahar ini bahkan juga sukses dalam dunia pendidikan. Hal tersebut terbukti dengan sederet gelar yang menyertai namanya. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng. 

Audy Joinaldy berkuliah di IPB, setelah lulus melanjutkan sekolah ke Belanda Wageningen University selama 2 tahun. Sebelum ke Wageningen Audy Joinaldy sempat kerja di salah satu perusahaan pakan ternak asal Korea selama 4 bulan. 

Selesai dari Wageningen Audy Joinaldy langsung diterima di perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia bahkan Asia dan Dunia. Audy Joinaldy bekerja selama hampir 5 tahun di perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai Manager untuk wilayah Indonesia Timur.

Saat ini, Audy memimpin Lintas Agro Group sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Sekitar ratusan hektar lahan jagung ia miliki. Tak tangung-tangung omset yang ia dapatkan pun hingga miliaran rupiah. 

Tak hanya itu, ada beberapa perusahaan lain yang dipimpinnya, seperti, Komisaris Utama di PT Sinar Terang Madani, Komisaris Utama PT Mega Satwa Perkasa, Direktur Utama PT Lintas Agro Niaga, Direktur Keuangan PT Berau Usaha Mandiri, Komisaris Utama PT AA Perkasa Bersaudara.

Di Indonesia Tinur Audy sudah berbuat banyak. Orang tua Audy memesankan jika dirinya bisa berbuat banyak bagi "orang timur" kini saatnya membangun daerah asal. "Jika perlu kamu mati di Sumbar, itu pesan orang tua saya,"ungkap Audy saat bertemu dengan sejumlah awak media dan organsasi masyarakat, di Padang, Senin (10/2/2020).

Audy yang kini resmi menjadi calon wakil gubernur Sumbar mendampingi Mahyeldi ini bertekad ingin membangun Sumbar (kampung halamannya). Ia berkomitmen akan membuat pertumbuhan ekonomi Sumbar paling tidak sama seperti nasional kalau bisa di atas rata-rata nasional.

“Salah satu cara yang saya lakukan adalah di bidang pertanian, karena background saya pertanian. Kita harus berfikir tentang pertanian. Industrialisasi pertanian, peternakan, kehutanan hingga perikanan,” tegas Audy Joinaldy. 

Skil yang dimiliki Audy dalam mengelola bidang pertanian tidak dapat diragukan lagi. Maka tidak salah jika Mahyeldi meminang Milenial Minang ini sebagai Calon Wakil Gubenur (Cawagub) dalam pemilihan gubenur (pilgub) Sumbar 2020. 

Ke depannya, Calon Gubenur (Cagub) dan Cawagub, Mahyeldi- Audy Joinaldy memiliki visi misi unggulan dalam meningkatkan sektor pertanian di Sumatera Barat. Salah satu cara untuk meningkatkan sektor pertanian ini dengan membuat Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD) khusus  Agro hingga mencapai cita-cita terbesar untuk menjadikan Sumbar sebagai lumbung jagung dan beras nasional.

Audy menyebutkan, jika nanti pihaknya terpilih memimpin Sumbar, mendampingi Mahy sebagai calon Wakil Gubernur Sumbar, dengan jargonnya Milenial Manang ia akan memutus mata rantai tataniaga yang panjang. Sebab katanya pada umum masyarakat terlalu lama bertani. 

Kedepannya dia akan mencoba mendekatkan petani langsung dengan konsumen, yaitu dengan teknologi seperti melalui market ples atau penjualan produk secara daring.

Selain itu Audy yang memiliki perhatian besar pada milenial ini telah bertekad menggandeng generasi muda dan melenial Sumbar untuk membangun ranah Minang. Terbukti dengan berbagai event yang ia laksanakan meningkatkan kompetensi milenial dalam berwirausaha.

Beberapa waktu lalu Audy menggelar Kompetisi Entrepreneur Success Challenge Sumatera Barat 2020. Kompetisi terselenggara atas kolaborasi Tokoh Generasi Muda Minang Audy Joinaldy dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) dan Sekolah Bisnis IPB University serta Eragon Digital Company.

"Saya ingin entrepreneur milenial Sumatera Barat selain mendapatkan money return on investment juga mengharapkan usaha yang dijalankan oleh milenial Sumbar memiliki Social Return on Investment sehingga tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi, namun juga memiliki impact sosial ke masyarakat Sumatera Barat," ujar Audy.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga