Kejari Bukittinggi Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Kulit dan Tulang Satwa Dilindungi

Kejari Bukittinggi Musnahkan Barang Bukti Narkotika Kulit dan Tulang Satwa Dilindungi Pemusnahan barang bukti Narkotika, Kulit dan Tulang Satwa Dilindungi di Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Rabu (21/10/2020)

Covesia.com - Kejaksaan negeri Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) memusnahkan barang bukti narkotika serta sejumlah sulit dan tulang satwa yang dilindungi, Rabu (21/10/2020).

Kepala kejaksaan negeri Bukittinggi, Sukardi mengatakan pemusnahan barang bukti itu berdasarkan surat perintah kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi Nomor : Print-920/N.3.11/Euh.3/10/2020,

Tanggal 14 Oktober 2020.

"Pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum itu telah berkekuatan hukum tetap “inkracht van gewijsde” periode Juli sampai Oktober 2020," katanya.

Adapun barang bukti yg dimusnahkan berupa barang bukti perkara narkotika dengan rincian barang bukti narkotika terdiri dari jenis ganja seberat 17,7 gram (tujuh belas koma tujuh gram), jenis sabu seberat 1.057,69 ( seribu lima puluh tujuh koma enam puluh sembilan gram).

Barang bukti tersebut merupakan penyelesaian terhadap 18 perkara narkotika dengan 15 perkara sabu-sabu dan ganja 3 perkara dengan terpidana sebanyak 19 orang terpidana.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemusnahan barang bukti berupa kulit dan tulang belulang harimau serta tulang tengkorak tapir yang merupakan penyelesaian terhadap 1 (satu) perkara menyimpan, memiliki, memperniagakan satwa yg dilindungi sebagaimana diatur dan diancam pidana dlm pasal 40 ayat (2) jo. Pasal 21 ayat (2) UU RI Nomor 5 tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alama Hayati dan Ekosistemnya dengan jumlah terpidana sebanyak 1 (satu) orang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemko Bukittinggi, Yuen Karnova menyampaikan pemusnahan barang bukti itu menjadi komit pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran narkoba.

"Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak terkait namun juga menjadi tanggung jawab kita semua, baik orangtua, keluarga, lingkungan dan pemerintah," ungkapnya.

Ia menambahkan kedepannya bagaimana pemerintah bisa menjadikan generasi baru calon pemimpin di masa depan tanpa harus dipengaruhi oleh perusak generasi muda.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga