Polres Pasaman Musnahkan 102 Kilogram Ganja

Polres Pasaman Musnahkan 102 Kilogram Ganja Polres Pasaman Musnahkan 102 Kilogram Narkotika jenis Ganja, Kamis (22/10/2020)(Foto:Heri)

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat melakukan pemusnahan terhadap sisa Barang Bukti (BB) tindak pidana penyalahgunaan Narkotika Golongan I jenis Ganja.

Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, mengatakan jumlah Ganja yang dimusnahkan itu sebanyak 99 paket besar dengan berat sekitar 102 Kilogram.

"Ganja yang dimusnahkan ini merupakan sisa Barang Bukti (BB) dari penangkapan sekitar sekitar 100 Paket Besar (103 Kilogram) Narkotika Golongan I jenis Ganja di jalan lintas Sumatera Medan Bukittinggi yang bertempat di Gunung Tua Jorong Selamat, Kenagarian Stombol, Kecamatan Padang Gelugur sekira pukul 04.30 WIB, Sabtu (10/10/2020) lalu. Sekitar 102 Kilogram dimusnahkan dan sisanya dijadikan untuk pembuktian di Pengadilan," terang Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, didampingi Kasat Narkoba, Iptu Syafri Munir dihalaman Polres setempat, Kamis (22/10/2020).

Dalam operasi penangkapan itu kata Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, berhasil diamankan seorang tersangka yang berinisial MI (44) warga Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukitinggi.

"Disamping mengamankan 100 Paket besar Ganja kering, kami juga turut menyita satu unit Mobil minibus merek suzuki karimun warna hitam dengan no polisi BA 1676 CQ dan satu buah dompet kulit warna hitam yang berisikan uang sejumlah Rp. 250.000,- ribu milik tersangka," tambah Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah.

Operasi penangkapan itu kata dia berawal dari saat Sat Resnarkoba mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman Narkotika jenis Ganja kering yang akan melewati kabupaten Pasaman.

"Kemudian Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dan melakukan penyisiran di sepanjang jalan di Kecamatan Rao, Pasaman. Dan sewaktu melakukan pengintaian lalu melintas satu unit mini bus merek suzuki karimun dengan nomor polisi BA 1676 CQ . Maka  langsung dilakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut," katanya.

Saat dilakukan pengejaran anggota Sat resnarkoba menyuruh pengemudi kendaraan tersebut untuk berhenti di TKP.

"Setelah dilakukan pengeledahan terhadap pengemudi MI (44), anggota menemukan enam buah karung goni palstik warna putih yang berisikan paket paket yang diduga narkotika jenis Ganja yang di bungkus dengan lakban warna coklat sebanyak 100 paket besar," katanya.

Dari pengakuan dari tersangka, paket Ganja tersebut adalah Narkotika jenis Ganja yg dibawa dari Kabupaten Madina, Sumut dengan tujuan ke wilayah Sumatera Barat. 

"Setelah dilakukan penghitungan yang disaksikan oleh kepala jorong dan warga setempat paket seluruhnya berjumlah 100 paket dengan berat sekitar 103 Kilogram. Saat ini anggota Sat Resnarkoba masih mendalami kepada siapa paket ganja kering tersebut akan diserahkan. Secepatnya kasus ini akan kami limpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan," katanya.

Pihaknya menegaskan akan terus berupaya semaksimal mungkin memberantas peredaran Narkoba didaerah tersebut.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis yang hadir diacara itu mengaku sangat mengapresiasi langkah serius pihak Polres dalam meringkus dan menggagalkan peredaran Narkoba didaerah setempat.

"Alhamdulillah semangat dan komitmen kita bersama tidak berubah meskipun Kapolres silih berganti menjabat di Pasaman ini. Penangkapan ini adalah penangkapan terbesar yang kami tahu sejak Bapak Kapolres Pasaman yang baru, AKBP Dedi Nur Andriansyah, menjabat disini. Sebab ini demi menjaga dan menjauhkan generasi kita dari bahaya Narkoba," kata Yusuf Lubis.

Yusuf Lubis mengatakan pihak Kepolisian tidak perlu bernegosiasi dalam penindakan setiap kasus Narkoba dilapangan.

"Apapun pangkat dan jabatannya, kalau memang terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika, tangkap saja pak. Kapan perlu para gembong Narkoba ini tembak saja saat operasi penangkapan. Biar memberikan efek jera bagi yang lainnya. Kami juga tidak akan mentolerir jika itu memang ada dilingkungan kita, akan kita tangkap dan dihukum seberat-beratnya," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga