Polisi Tangkap Lima Pelaku Skimming ATM di Kota Padang

Polisi Tangkap Lima Pelaku Skimming ATM di Kota Padang Kapolresta Padang saat Press Conference penangkapan pelaku Skimming ATM di Kota Padang, Jumat (23/10/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com -  Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang berhasil mengungkap praktik Skimming (Pembobolan data nasabah Bank) di sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) salah satu Bank milik pemerintah di Kota Padang.

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, pelaku praktik skimming yang berjumlah 5 orang tersebut beraksi di ATM milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Komplek TK Rahmah Abadi Jalan Aru, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, dan berhasil diamankan pada, Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ke 5 pelaku yang berhasil ditangkap tersebut diketahui masing-masing bernama Manggiring Lala (35) alias Firman, Satria Wibowo (27), Roland Reza Lubis (35), Sakban Daulay (34) dan Jamal Alamsyah (24). Semuanya berasal dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Mereka diamankan berdasarkan informasi warga yang mencurigai para pelaku yang bolak balik ke mesin ATM. Kemudian warga tersebut melapor ke kami," katanya saat press conference di Mapolresta Padang, Jumat (23/10/2020).

Dari laporan warga tersebut, lanjut Imran, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian. Dalam proses pengintaian, petugas mengamankan dua orang diantaranya dan melakukan pengecekan terhadap handphone mereka.

"Hasil pengecekan ternyata ada percakapan tentang cara pengambilan uang di ATM. Atas dasar itu dikembangkan dan diamankan lagi tiga orang lainnya di Penginapan Syariah Reddors di Marapalam, Padang Timur," ujarnya.

Saat dilakukan penggeledahan di kamar mereka menginap, ditemukan banyak alat-alat yang digunakan untuk mengambil uang di dalam mesin ATM.

"Kemudian mereka dibawa ke Mapolresta Padang untuk pengembangan lebih lanjut," kata Imran.

Lebih lanjut kata Kapolres, setelah data nasabah mereka dapatkan. Data itu di simpan dalam kartu memori lalu dikirimkan ke bos mereka. Bos itu mereka panggil Mas yang diduga tinggal di Malaysia.

Selama aksi mereka di Kota Padang, ungkap Kapolres sebanyak 81 data nasabah Bank sudah didapatkan pelaku dan data tersebut langsung dikirim ke Malaysia.

"Setelah data dikirim ke Mas mereka diberikan imbalan masing-masing Rp2 juta. Untuk penghubung Mas disini adalah Sakban Daulay, dia juga pernah ke Malaysia," ujarnya.

"Jadi mereka ini sindikat internasional, pelaku orang Indonesia ini hanya sebagai eksekutor, sebelumnya pelaku juga pernah beraksi di Tanjung Morawa, Kota Medan," jelas Kapolres.

atas perbuatan para pelaku ini, kata Kapolres lagi, mereka akan dijerat dengan pasal 46 ayat 1 Jo pasal 30 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp600 juta rupiah.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga