Antisipasi Covid-19 Saat Libur Panjang, Pjs Walikota Bukittinggi Gelar Rapat Bersama SKPD

Antisipasi Covid19 Saat Libur Panjang Pjs Walikota Bukittinggi Gelar Rapat Bersama SKPD Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang, Pjs Walikota Bukittinggi Gelar Rapat Bersama SKPD

Covesia.com - Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bukittinggi sebagai dampak libur panjang pada akhir Oktober nanti, Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin menggelar rapat yang diikuti oleh Sekretaris Daerah, Asisten I, II dan III, Kepala SKPD serta Camat di rumah dinas Walikota Belakang Balok Bukittinggi, Sabtu (24/10/2020).

Pjs Walikota, Zaenuddin dalam arahannya menyampaikan bahwa, pada akhir Oktober ini akan ada libur panjang, yakni libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 29 Oktober 2020. Libur peringatan Maulid ini diberikan cuti bersama mulai tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Kemudian berlanjut dengan libur hari Sabtu dan Minggu, yakni tanggal 31 Oktober dan 1 November. 

“Kami telah mengikuti rakor yang dipimpin oleh Menko Bidang Polhukam, dimana sesuai dengan Keppres No.17 tahun 2020 yang mengatur tentang Cuti bersama pegawai aparatur sipil negara yang bulan ini jatuh pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 sehingga menjadikan hari libur cukup panjang, hal ini sangat rawan dan berpotensi untuk terjadinya penambahan kasus Covid-19 di Bukittinggi, mengingat kota kita adalah kota tujuan wisata utama di Sumatera Barat, untuk itu perlu diantisipasi lebih awal,” jelasnya.

Kemudian kepada masing-masing SKPD yang terkait, baik yang berhubungan dengan objek wisata, pengendalian arus lalu lintas dan parkir, pengamanan dan kebersihan kota maupun SKPD terkait lainnya dimintakan untuk menyampaikan dan mempresentasikan upaya antisipasi dan langkah-langkah yang akan dilakukan nantinya.

Zaenuddin menegaskan kepada seluruh SKPD agar semua sesuai dengan SOP yang ada, dan juga diingatkan bahwa diobjek wisata baik yang berbayar dan tidak berbayar dimasa libur panjang ini sangat rentan dan potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

Kemudian Zaenuddin mengatakan bahwa diperkirakan nantinya akan ramai dikunjungi adalah Lobang Jepang, kandang aviary di TMSBK dan Taman Jam Gadang.

Untuk itu, katanya, harus dilakukan upaya agar tidak terjadinya penumpukan massa dan bagaimana utuk mensiasatinya agar sesuai dengan protokol kesehatan, begitu juga dengan hotel, rumah makan maupun masjid-masjid yang berada dipinggir jalan yang nantinya akan menerima pengunjung. 

Camat juga diminta lebih mengawasi pesta nikahan, karena di masa libur ada kemungkinan banyak pesta hajatan.

“Libur panjang ini harus kita waspadai. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang ini di Bukittinggi,” katanya. 

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga