Ini Jawaban Mahyeldi-Audy Soal Pengangguran dan Pelayanan Publik di Sumbar

Ini Jawaban MahyeldiAudy Soal Pengangguran dan Pelayanan Publik di Sumbar Audy Joinaldy

Covesia.com - Pasangan calon Gubernur Mahyeldi-Audy Joinaldy berkesempatan hadir pada diskusi yng digelar Omnibuslaw perwakilan Sumbar saat membahas menguji visi pelayanan publik calon Gubernur Sumbar yang digelar via zoom. 

Audy Joinaldy selaku calon wakil gubernur Sumbar itu menanggapi pertanyaan panelis yang dihadirkan terkait pelayanan publik, sektor pendidikan, lapangan pekerjaan dan sebagainya. 

"Pembukaan lapangan kerja di program Mahyeldi-Audy adalah akan menciptakan100 ribu entreprenur. Setiap entrepreneur pasti pengusaha tapi pengusaha belum tentu entrepreneur. Nantinya, entrepreneur tersebut memasarkan produknya, mereka membutuhkan karyawan dn ini akan membuka lapangan pekerjaan di Sumbar, "ungkap Audy, Selasa (27/10/2020).

Lebih lanjut kata Audy Sumbar memiliki 1300 lebih nagari, namun kita modali dari APBD, ini jadi tidak pas. Bayangkan kalau setiap nagari ada usaha bisa mengajak kerja bnyak lapangan pekerjaan yang tersedia.

Dari data yang didapatkan, Indonesia adalah negara dengan  jumlah penyumbang sarjana no 6 di dunia yang banyak menganggur. Ini terjadi karena pergeseran di bidang ekonomi digital. "Contoh sopir online yang tak perlu membutuhkan ijazah sarjana, bisa jadi sopir grab dan gojek. Makanya banyak pengangguran yang sarjana. 

Mengenai pelayanan publik kata Audy hendaknya banyak mal pelayanan publik. Ssperti yng telah ada di kota Payakumbuh.  "Saya belajar dari walikota di Sumbar tentang pelayanan publik ini, saya diskusi dengan pejabat  mal pelayanan publik ke one stop shopping.

Lebih lanjut kata Audy, Saya ingin melakukan tes apa seseorang layak di posisi tersebut. Sarjana pertenakan ada gelarnya harusnya Insinyur, orang yang tepat asas profesinalitas. Jadi jelas bagaimana pelayanan publiknya. 

Mengenai lingkungan hidup, ada 3 layer ekonomik, sosial dan enfronental. 

Masalah kesehatan, kepala daerah memiliki tugas untuk menaklukkan Covid-19. Ada di paslon 4 mempercepat dan meningkatkan tes. Meski demikan Audy menyebutkan dampak positif Covid-19 yakninya terjadi percepatan teknologi atau digital County. "Kita harus tau banyak yang berbau digital. Harus ada adaptasi dengan pola perubahan hidup baru termasuk digitalisasy. Swasta, pemerintahan belajar digital tersebut," jelasnya. 

Sementara untuk lahan dan tanah ulayat bisa dibicarakan dengan pemilik tanah ulayat tersebut, konflik ini bisa dihindari. 

Kemudian, Mahyeldi juga berpendapat harus ada distrubusi  sehingga masyarakat dimudahkan dan cepat serta dekat mengurus keperluan mereka. Di kota Padang kita lakukn itu ke tingkat kelurahan.

" Saya kira prinsipnya sama. Pemerintah provinsi juga harus menyediakan bagaimana memfasilitasi penguatan SDM, sinergikan dengan Kabupaten kota lainnya sehingga dimudahkan untuk melakukan pelayanan itu. Peningkatan prasarana harus bersinergikan. Program kita adalah penggunaan IT, "ujarnya. 

Selama ini ada musrembng yang mana kegiatan yang ditetapkan pemerintah daerah dipublikan ke masyarakat sehingga tau gimana proses kegiatan tersebut secara terbuka. Agar partisipasi publik lebih maksimal.

(lia)

Berita Terkait

Baca Juga