Banjir, Lonsor dan Pohon Tumbang Landa Padang Pariaman

Banjir Lonsor dan Pohon Tumbang Landa Padang Pariaman ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Karena curah hujan yang tinggi melanda Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada Jumat (20/11/2020) kemaren, sehingga berdampak kepada bencana alam yaitu banjir, longsor dan pohon tumbang terhadap daerah tersebut. 

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Padang Pariaman, Budi Mulya saat dihubungi Covesia pada Sabtu (21/11/2020).

"Semalam, ada tiga titik banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 meter melanda Padang Pariaman," sebut Budi.

Lanjut Budi, titik pertama di Kecamatan Nan Sabaris, tepatnya di Nagari Kapalo Koto, Korong Jiraik Baruah, Nagari Padang Kandang Pulau Air dan Korong Pulau Air.

Kemudian, di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, yaitu di Nagari Sintuak, Korong Batang Tapakih. Selanjutnya di Kecamatan Enam Lingkung yaitu Nagari Parit Malintang, Korong Pauh, Korong Pasa Limau.

Seterusnya di Ulakan Tapakis, tepatnya di Nagari Kampuang Galapuang dan Korong Kampung Baruah.

"Dampak dari banjir semalam itu, ada 27 unit rumah, 5 warung, satu unit fasilitas ibadah, 10 ekor kerbau, 15 ekor kambing, 800 ekor ayam dan itik, 25 hektar sawah, 10 hektar ladang dan 19 unit mesin bajak sawah," ungkap Budi. 

Budi menyebutkan, sedangkan lokasi lonsor semalam itu, di Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung tepatnya Nagari Sicincin, Korong Bari Magek. Di sana longsor menimpa badan jalan.

Untuk pohon tumbang menimpa rumah warga kata Budi, yaitu di daerah Nagari Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang.

"Tidak ada korban jiwa dari berbagai bencana alam yang terjadi semalam di wilayah Padang Pariaman tersebut. Namun kerugian materil ratusan juta rupiah," katanya.

(per/adi)

Berita Terkait

Baca Juga