Audy Joinaldy di Mata Orang Tua: Tidak Pernah Menyusahkan Kami

Audy Joinaldy di Mata Orang Tua Tidak Pernah Menyusahkan Kami Screnshoot Yoyube Padang TV

Covesia.com – Calon wakil gubernur Sumatera Barat , Audy Joinaldy memang dikenal sebagai milenial yang gemilang. Tak hanya di bidang bisnis, tapi juga di sektor pendidikan. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Audy tidak melupakan pendidikan. Saat ini Audy merupakan Doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Di mata orang tua, Audy merupakan anak yang patuh dan pekerja keras. Berikut ulasan ceriata kedua orang tua Audy saat tampil di salah satu stasiun televisi lokal di Padang, Kamis (26/11/2020).

Ayah Audy bernama Joinerri Kahar dan ibunya Desmilia. Sebelumnya ayah Audy terkenal sebagai salah satu pengusaha minang yang sukses di perantauan. Audy merupakan anak pertama dari pasangan tersebut. Ia memiliki dua orang adik laki-laki.

“Audy tiga bersaudara, laki-laki semua. Dari kecil mereka sangat akrab dan tidak pernah berantem, akur banget sampai saat ini,” ungkap Ibu Audy, Desmilia.

Saat Audy kecil, kata Desmilia, ia sempat bekerja selama 12 tahun dan berhenti pada 1992, saat Audy berusia 10 tahun. 

“Saya fokus urus suami dan 3 anak-anak. Rata-rata anak laki-laki itu susah mendidiknya, mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Namun anak-anak kami ketiga-tiganya baik semua,” imbuh Desmilia.

Desmilia mengaku tak pernah memarahi apalagi sampai memukul anak-anaknya. Mereka semua santun dan mengerti bagaimana memperlakukan orangtua. “Mereka kompak, saat sudah menikah pun masih erat banget mereka itu. Menantu kita itu bisa nimbrung satu kamar tanpa canggung,” cerita Desmilia.

Audy Anak yang Cerdas

Kecerdasan Audy sudah terlihat dari kecil. Mulai dari pendidikan sekolah dasar hingga kuliah, Tokoh Milenial Sumbar itu selalu berprestasi

“Audy anak yang cerdas, tak pernah menyusahkan kami. Dari SD sampai IPB alhamdulillah Audy melalui sangat mulus. Dari kecil kesuksesannya sudah nampak,” ungkap Joynerri Kahar.

Lebih lanjut Joi mengatakan, Audy anaknya rajin dan haus akan pendidikan dan aktif berorganisasi. Setelah di IPB lalu dilanjutkan ke Belanda bahkan di sana jadi Presiden Pelajar Indonesia. "Baru setahun di sana sudah dipercaya memimpin," ujarnya.

Didalam mengambil keputusan misalnya pendidikan, Joi memberi kebeasan pada anak untuk jalannya sendiri. Sedangkan dalam mendidik, Joi belum pernah memarahi anak-anaknya. 

Jika salah, lebih memilih menasehati. “Sampai saat ini belum ada mereka bertiga membuat masalah yang berat. Kami bangga dengan mereka semua, Audy Joynaldy rajin belajar ,Joynaldo polisi, Joyfadi dari UI, Belanda ITB juga jadi pengusaha,” terang Joi. 

Dikatakan Joinerry bahwa dari dulu ia mendidik Audy dan Fady jadi pengusaha. Melihat bakat Audy, ia pernah diminta bekerja di perusahaan asing. “Om Joi gak happy kalau anak sekolah mencari lapangan kerja. Tapi lebih memilih jadi pengusaha yang bisa ciptakan banyak lapangan kerja,” tambahnya.

Joi mengatakan saat Audy bekerja di Makassar ia tetap juga belajar di Universitas Hasanuddin. “Waktu saya ke sana, saya tak tega melihat dia bekerja ngumpulin bulu ayam, dikeringin dijadikan tepung. Dia di sana sewa tempat, baju Audy bau karena kerjaan itu, bahkan tetangga di sana komplein, namun setelah 4,5 tahun dia berhenti,” kata Joi. 

Waktu memulai usaha baru, Audy mengajak 10 orang temannya. Semua sudah berkeluarga, itu kan sulit mengajak orang lain bekerja sama, tapi alhamdulillah perusahaan berkembang sampai hari ini, hingga tidak ada yang kecewa.

Joi berpesan ada beberapa hal yang harus ditanamkan. Pertama, kejujuran. Sirkulasi itu satu putaran aja. Sekali berbuat curang, imbasnya sangat luas. Meski apapun risikonya, jujur dan kerja keras itu akan berhasil. Semua berjalan dengan baik, kita harus jujur jangan sampai kecewakan orang.

"Audy menaati kejujuran itu. Kami tak pernah nangis karena anak-anak bandel, tapi nangis karena bangga sama anak-anak kami. Audy memberikan contoh yang baik untuk adik-adiknya,” ujar Joi. 

Ada beberapa sifat yang patut ditiru dari Audy.Pertama haus dalam pendidikan , hormat kepada orang tua, ketiga, tiru komitmennya. Audy bertanggungjawab, gak setengah-tengah kalau mengerjakan sesuatu. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga