Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Tanggapan Kasat Pol PP Padang

Dilaporkan ke Bawaslu Ini Tanggapan Kasat Pol PP Padang Kasat Pol PP Kota Padang, Alfiadi (Foto: dok.covesia/Primadoni)

Covesia.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Padang, Alfiadi, dilaporkan salah seorang warga ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat. Hal tersebut diduga terkait pembayaran sewa posko pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi- Audy, padahal dirinya adalah ASN. 

Menanggapi hal itu, Alfiadi mengatakan bahwa dirinya membayarkan biaya sewa gedung yang digunakan untuk posko itu sebelum adanya penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Waktu itu almarhum (Muharamsyah-pemilik gedung) yang bilang. Saya juga berhubungan baik dengan bapaknya calon (bapak Audy). Jadi dia minta tolong dibantu itu. Mungkin saat itu minta bantu karena covid-19,” ungkap Alfiadi saat dihubungi, Senin (30/11/2020).

Lebih lanjut Kasat Pol PP kota Padang ini mengatakan, dulu gedung itu rencananya untuk laboratorium dari koperasi Saudagar Minang Raya, bahkan sudah sempat produksi handsanitizer.

"Saya dimintak tolong bukan untuk urusan itu (posko), karena beliau sibuk. Sewaktu di perjanjian ditulis oleh almarhum untuk posko, jadi saya coret karena saya tidak tau, menurut saya untuk urusan lain," terangnya. 

Namun Alfiadi mengatakan tak sempat membaca halaman belakang perjanjian. Saya tanda tangan, setelah uang sewanya dikirim dan dibayarkan, maka urusannya udah selesai.

Di tengah perjalanan gedung tersebut dijadikan posko, menurut Alfiadi, hal tu tidak ada urusan dengannya, karena mau dijadikan untuk apa oleh pihak penyewa bukan lagi berkaitan dengan dirinya.

"Saya tidak pernah ke sana lagi setelah itu tugas saya selesai," paparnya. 

Jika dirinya dipanggil bawaslu, Alfiadi akan siap memberikan keterangan dan menyampaikan apa yang sebenarnya.

Baca juga: Kasat Pol PP Padang Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Terkait Sewa untuk Posko Pemenangan Mahyeldy

Alfiadi menjelaskan bahwa hubungannya dengan almarhum pemilik gedung itu dekat karena sering urus bantu usahanya. "Dan saya sama pak Joy  (ayah Audy) juga kenal karena sama anggota Saudagar Minang Raya (SMR)," jelasnya. 

Lebih lanjut Alfiadi menyebutkan bahwa tidak ada urusannya terkait hal itu, kalau ia dikatakan bantu ngurus posko, ia sama sekali tidak tau posko untuk siapa sebab bulan Mei belum ada calon gubernur dan wakil gubernur. Sedangkan penetapan KPU saja di bulan September. Untuk calon berpasangan itu Augustus. "Jadi jauh dari urusan itu. Saya hanya cerobong asap," tutupnya.

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga