Polisi Berhasil Ungkap Tersangka Pembunuhan di Pendakian Wowo Bukittinggi

Polisi Berhasil Ungkap Tersangka Pembunuhan di Pendakian Wowo Bukittinggi Tersangka Pembunuhan di Pendakian Wowo Bukittinggi, saat dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bukittinggi (Foto: dok.humas)

Covesia.com - Misteri penyebab kematian mayat tanpa identitas yang ditemukan pada hari Jumat (6/11/2020) lalu di TPR lantai 3 pendakian Wowo Pasar Bawah kota Bukittinggi akhirnya menemui titik terang.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Kamis (3/12/2020) menuturkan satuan reskrim polres Bukittinggi telah berhasil menggungkap tersangka kasus pembunuhan tersebut.

"Dari hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh tim inavis di TKP serta dari hasil autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Polda Sumbar bahwa ditemukan tanda kekerasan benda tajam pada dada yang menjadi penyebab kematian korban," jelasnya.

Dari hasil autopsi tersebut tim opsnal  melakukan penyelidikan untuk mencari identitas serta penyebab kematian korban. Awalnya tim opsnal mendapatkan indentitas korban dari hasil koordinasi dengan Polsek Aek Kualah Hulu Polres Labuan Batu Polda Sumut yang mana korban diduga bernama Dwangkara Wirayuda (13) warga Aek Kanopan Kabupaten Labuan Batu Provinsi Sumatera Utara yang keseharian bekerja sebagai pengamen jalanan di Kota Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution menambahkan dari hasil olah TKP serta alat bukti dan keterangan saksi, korban diancam pelaku akan dibunuh apabila kembali ke Bukittinggi.

"Oleh sebab itu kita berkoordinasi dengan Polresta Deli Serdang dan saksi langsung kita jemput dan dari keterangan saksi itulah penyelidikan mengarahkan kepada tersangka DS (27 Th) warga Tarok Dipo Kota Bukittinggi yang diamankan pada hari Rabu (2/12/2020).

Ia memaparkan dari hasil pemeriksaan awal serta gelar perkara maka polisi menetapkan DS sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lainnya yang ikut serta melakukan kekerasan terhadap korban yang mana indentitas yang sudah kita kantongi," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, untuk peran DS sendiri ialah yang melakukan penusukan terhadap korban menggunakan benda tajam jenis pisau lipat, sedangkan untuk  motif pelaku DS melakukan kekerasan adalah karena tidak terima disindir korban yang mana tersangka pada saat itu sedang dalam pengaruh minuman keras tradisional jenis tuak.

"Atas perbuatan tersangka DS terancam pasal 80 ayat 3 jo 76 C UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara," tutupnya.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga