Bawaslu Laporkan KPU Pariaman ke DKPP Terkait Kode Etik

Bawaslu Laporkan KPU Pariaman ke DKPP Terkait Kode Etik Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pariaman, Riky Falantino

Covesia.com - Atas dugaan kasus pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat(Sumbar) 2020, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman, melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP).

"Ini berdasarakan temuan kami dan mengeluarkan status dugaan pelanggaran etik yang dilakukan terlapor (KPU)," sebut Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pariaman, Riky Falantino saat dihubungi covesia.com pada Senin (21/12/2020).

Lanjut Riky, status dugaan pelanggaran etik itu dikeluarkan, berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan temuan terhadap dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh jajaran KPU Kota Pariaman.

"Ada 28 orang pemilih di RSUD Pariaman tidak dapat memilih karena Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat tidak mendatangi mereka dan waktu pencoblosan sudah habis," jelasnya.

Menurut Riky, secara teknis penyelenggaraan Pilkada Sumbar di Kota Pariaman tidak ada permasalahan. Namun, ada hak pemilih yang tidak terlayani dengan baik dalam pesta demokrasi itu.

"Makanya atas dasar itu, kami Bawaslu Kota Pariaman melaporkan semua komisioner KPU Pariaman," katanya. 

Selain itu kata Riky, pihak yang dilaporkannya yaitu Ketua dan PPK Pariaman Tengah, Ketua dan Anggota PPS Kampung Baru. Kemudian, Ketua dan Anggota KPPS 01 Desa Kampung Baru.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga