RSAM Bukittinggi Konfirmasi Seorang Dokter Positif Covid-19 Meninggal Dunia

RSAM Bukittinggi Konfirmasi Seorang Dokter Positif Covid19 Meninggal Dunia Ilustrasi pemakaman Jenazah pasien Covid-19 (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi mengkonfirmasi, seorang pasien yang berprofesi sebagai dokter dilaporkan meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dalam dua hari kemarin ada dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia di ruang isolasi Covid-19 di RSAM," kata Humas RSAM Bukittinggi, Mursalman Chaniago, Senin (18/1/2021). 

Ia menjelaskan dua pasien meninggal itu berjenis kelamin laki-laki masing-masing berusia 80 tahun dan 54 tahun.

Untuk pasien laki-laki berusia 80 tahun beralamat di Rawa Barat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berprofesi sebagai dokter meninggal pada 15 Januari 2021 pukul 18.30 WIB, dan pasien laki-laki berusia 54 tahun, beralamat di Tilatang Kamang, Kabupaten Agam meninggal 17 Januari pada Minggu malam pukul 22.55 WIB.

"Pasien yang berprofesi dokter itu sempat menjalani perawatan selama satu minggu di ruang isolasi Ambun Suri, RSAM. Almarhum merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain di Bukittinggi dan telah didiagnosa positif Covid-19 sebelum pindah ke RSAM. Jenazah dikebumikan di Padang luar Agam yang merupakan kampung halamannya," jelasnya.

Sementara, pasien warga Tilatang Kamang berpulang ke Rahmatullah setelah baru beberapa jam dirawat. Almarhum diketahui positif berdasarkan hasil rapid anti gen dan pihak rumah sakit masih menunggu hasil swabnya. Jenazah almarhum dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Padang Pariaman.

"Kedua jenazah diselenggarakan dengan mengacu pada protokol Covid-19 yang telah ditentukan dalam menangani pasien Covid-19. Diselenggarakan dari ruang instalasi forensik oleh tim pemulasaran jenazah rumah sakit langsung diantar dengan ambulans di bawah pengawalan Kepolisian ke pemakaman. Di pemakaman sudah ditunggu oleh aparat setempat termasuk pihak Puskesmas dan masyarakat lainnya," terangnya.

Dua kabar duka ini lanjut Murshalman, menandai perjalanan genap 10 bulan ruang isolasi rawatan Covid-19 RSAM menerima dan melayani pasien Covid-19. Dimana pada 17 Maret 2020 kali perdana menerima pasien. Kondisi ini pun kian mempertegas bahwa ancaman virus corona itu nyata dan belum berakhir.

Dengan tambahan dua pasien itu kata Murshalman yang karib disapa pak Cha itu, total sudah 35 pasien Covid-19 yang tercatat meninggal dunia dalam masa perawatan di ruang isolasi RSAM sejauh ini. Sementara untuk penyelenggaraan jenazah pasien Covid-19, pihak RSAM sendiri sudah membantu menyelenggarakan 45 jenazah pasien meninggal. 

"Ada 10 pasien tambahan dari rumah sakit lain yang bekerjasama dengan RSAM menyelenggarakan jenazah pasien Covid-19 sesuai protokol. Tiga pasien dari RS Yarsi Bukittinggi dan tujuh pasien dari RSSN," paparnya.

Terkini, masih tersisa 21 pasien yang menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 RSAM dengan rincian 20 pasien positif dan seorang pasien rapid anti gen positif. "Diingatkan kembali, Kita semua harus tetap selalu waspada. Masyarakat agar dapat menerapkan betul protokol kesehatan," sebutnya.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga