Sempat Turun di Harga Rp50 Ribu, Cabai Merah Kembali Meroket di Agam

Sempat Turun di Harga Rp50 Ribu Cabai Merah Kembali Meroket di Agam Ilustrasi pedagang cabai di salah satu pasar di Kabupaten Agam (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Sempat turun di harga Rp50 ribu per kilogram, harga cabai merah keriting kembali mengalami kenaikan di pasar tradisional Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Salah seorang pedagang sayur dan rempah di pasar serikat nagari Garagahan - Lubuk Basung, Mon (53) mengatakan, minggu ini harga simerah pedas ini dijual dengan harga Rp65 ribu/kg, harga tersebut naik 15 ribu dari minggu sebelumnya.

"Sebelumnya Rp60 ribu, kemudian turun ke Rp50 ribu pada pekan lalu, namun minggu ini naik lagi ke Rp65 ribu per kilogram," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Selasa (19/1/2021).

Hal senada juga dituturkan Rendi (31) pedagang sayur mayur di pasar Matua, Kecamatan Matur, menurutnya, kenaikan harga tersebut dipicu tingginya permintaan sementara pasokan cabe dari para petani berkurang.

Para petani menjual hasil panennya kepada tengkulak di sentral pasar sayur Padang Lua, namun beberapa minggu terakhir pasokan cabe terpaksa didatangkan dari luar daerah.

"Untuk cabe biasanya didatangkan dari Sumatera Utara, sehingga harga jual meningkat, untuk pembelian pedagang pengecer di pasaran juga dibatasi," kata Rendi.

Tingginya harga cabe tersebut dikeluhkan oleh masyarakat, seperti diungkapkan Jannah (56) masyarakat di Kecamatan Lubuk Basung, tingginya harga cabe membuatnya harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dalam satu minggu biasanya Jannah membutuhkan 1 kg Cabe merah untuk konsumsi keluarga, namun untuk minggu ini terpaksa di kurangi. "Untuk memasak cabe terpaksa kami dikurangi, yang penting lauk-pauk dimasak dan dikasih cabe," tutupnya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga