Kejari Pasaman Tangani 144 Perkara Pidana Umum Sepanjang 2020

Kejari Pasaman Tangani 144 Perkara Pidana Umum Sepanjang 2020 Kajari Pasaman, Fitri Zulfahmi (Foto/Heri Sumarno)

Covesia.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menangani 144 perkara Pidana Umum (Pidum) yang dilimpahkan dari Polres dan Polsek setempat sepanjang tahun 2020 kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Fitri Zulfahmi mengatakan dari jumlah tersebut, 128 perkara diantaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping.

"Selama tahun 2020 lalu kita menangani sebanyak 144 perkara pidana umum yang kami terima dari Polsek dan Polres Pasaman. 128 perkara diantaranya sudah dilimpahkan dan disidangkan di Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping," terang Kajari Pasaman, Fitri Zulfahmi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (19/1/2021).

Fitri Zulfahmi mengatakan saat ini masih ada 16 perkara yang masih mengajukan banding dan Kasasi.

"Adapun klasifikasi perkara pidana umum ini yaitu untuk perkara Orang dan harta benda 34 perkara. Judi dan kamtibmas 55 perkara, kemudian Narkotika 55 perkara. Untuk perkara Narkotika masih tertinggi di Pasaman," tambah Fitri Zulfahmi.

Sementara untuk perkara tilang 3.395 perkara yang sudah diputus semua yang Barang Buktinya sudah diambil pengendara.

"Untuk perkara pidana khusus sebanyak dua perkara yang masih penyelidikan dan ditingkatkan ke penyidikan. Kemudian satu perkara tahun lalu sudah diputuskan di Tipikor padang," katanya.

Untuk penegakaan hukum di Pilkada Pasaman kata dia berjalan aman dan lancar (tidak ada perkara).

"Kami juga melakulan kegiatan penyuluhan hukum kepada masyarakat dan sekolah. Kemudian penerangan hukum kepada para Wali Nagari dan program Jaksa menyapa di RRI Bukittinggi sebanyak lima kali dalam setahun," katanya.

Dalam Perdata dan Tun kata dia pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan Puskesmas Kuamang, rumah dinas jabatan di Puskesmas, dan pengadaan Ambulance.

"Kami juga sudah melaksanakan tes urine massal dan pemusnahan BB Ganja dalam mendukung pemberantasan peredaran Narkotika alhamdulillah semuanya Negatif," katanya.

Dalam penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 sangat diperketat. Dimana setiap tahanan dilakukan Swab dan Rapit tes sebelum dieksekusi di Lapas. Semua pegawai sudah menjalani 3 kali rapit tes dan 4 kali swab massal.

"Tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Ingat 3M, pakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak kontak sosial. Semoga kita semua terhindar dari virus berbahaya ini," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga