Tahun Ini, Kota Pariaman Dapat Kuota Gratis Pendaftaran 1.000 Bidang Tanah

Tahun Ini Kota Pariaman Dapat Kuota Gratis Pendaftaran 1000 Bidang Tanah Saat penyuluhan PTSL di Desa Palak Aneh, Periaman

Covesia.com - Tahun ini Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan kuota pendaftaran 1.000 bidang tanah dalam pengurusan sertifikat dari pemerintah pusat, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

"Pada program PTSL itu, masyarakat akan dipermudah pengurusan sertifikat tanahnya, yaitu melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN)," sebut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pariaman, Rita Sastra usai Penyuluhan PTSL di Desa Palak Aneh,  pada Kamis (21/1/2021).

Lanjut Rita, dari 1.000 bidang tersebut, 780 bidang untuk sampai penerbitan sertifikat, sedangkan sisinya sampai dikeluarkan surat keterangan pengukuran.

Rita mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya melakukan penyuluhan kepada warga yang ada di dua desa di daerah itu yang menjadi lokasi pelaksanaan PTSL pada 2021. Adapun desa tersebut yaitu Palak Aneh dan Marunggi.

"Sesuai komitmen kami di Kanwil, Maret 2021 pengukuran sudah selesai," ujarnya.

Dikatkan Rita, penyuluhan ink merupakan tahap awal dalam proses PTSL yang nantinya dilanjutlan dengan pengukuran, pengumpulan data yuridis, pengumuman, dan penyerahan sertifikat.

Sementara itu, Asisten I Administrasi Pemerintahan Umum Sekterariat Daerah, Kota Pariaman, Yaminurizal saat pembukaan Penyuluhan PTSL di Desa Palak Aneh tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkot Pariaman bersama BPN kota tersebut.

"Kami berharapa dengan adanya prona, sangat membantu masyarakat dalam proses pengurusan sertifkat tanah. Sebab saat ini masih banyak lahan di Kota Pariaman yang belum mempunyai sertifikat. Itu karena disebabkan biaya yang belum dimiliki masyarakat," ungkapnya. 

Yaminurizal juga mengimbau, agar masyarakat yang akan mengurus sertifikat tanah nantinya agar benar-benar mempersiapkan semua surat yang dibutuhkan. Apalagi tanah tersebut merupakan tanah kaum atau tanah pusako, jadi untuk antisivasi agar tidak ada masalah yang timbul dikemudian.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga