Pedagang Sayangkan Penutupan GOR Agus Salim Padang pada Sabtu dan Minggu Ini

Pedagang Sayangkan Penutupan GOR Agus Salim Padang pada Sabtu dan Minggu Ini Tanda kawasan Gor H. Agussalim yang ditutup, Sabtu dan Minggu (23-24/1/2021)(Foto: Covesia/ Laila)

Covesia.com - Kawasan GOR Haji Agus Salim ditutup oleh pemerintah Sumatera Barat dan Kota Padang selama 2 hari Sabtu dan Minggu (23/1/2021 dan 24/1/2021). Penutupan dilakukan Semenjak 05.00-10.00 WIB.

Hal tersebut menuai komentar dan pendapat pedagang di kawasan GOR Haji Agus Salim, salah satunya Abi Baron.

"Kasian pedagang kaki lima tak bisa berdagang. Disayangkan aja, harusnya informasi menyeluruh dan input dari bawah. Harusnya kawasan ini tetap bisa dimasuki. Kasian pedagang kaki lima. Kami kebetulan ada tempat sendiri," ungkap Abi Baron kepada covesia saat ditemui di pertokoannya, Sabtu (23/1/2021).

Abi mengatakan kalau GOR dicap sebagai tempat paling banyak orang berkumpul, iya. Selanjutnya apa, harus ada prokes dan didampingi. "Cukup pakai mobil humasnya Pemko sekali sehari kelilingi GOR dan peringatkan untuk menjaga prokes. Lalu didampingi Tim pelaksanaan di lapangan cukup satpol PP dan polresta satu mobil aja cukup," jelasnya. 

Abi menilai tak perlu sebenarnya ada penutupan ini. Jika harus diharapkan pemerintah Kota dan Pemprov juga pemangku kebijakan, anggota Dewan mengakomodasi dan fasilitasi.

Sebenarnya bagus untuk mengakomodadi permasalahan yang ada di lingkungan. Kita salut dengan aparat sebab tak ada tindakan yang tidak patut.  Namun, karena mereka pakai senjata lengkap, terkesan berlebihan. Ini bukan keadaan darurat. Ada brimob tadi kesannya menyeramkan bagi masyarakat.

Sementara itu, kata Abi untuk pendapatan pedagang jelas tergerus dengan ditutupnya kawasan ini. Apalagi hari Sabtu dan Minggu juga di jam 05.00-10.00 WIB. 

Geliat ekonomi masyarakat akan berdampak. "Yang paling penting adalah solusi dari masalah ini ada bimbingan pemerintah, cara pendekatannya ekonomi masyarakat sekarang susah juga. Apalagi anak-anak mulai sekolah lagi, Sementara pemanfaatan ekonomi tak bisa dilakukan," katanya. 

Abi menilai dengan adanya aparat yang berjaga di berbagai pintu masuk ke GOR akan mengeluarkan anggaran yang besar. "Jadi, yang saya katakan tadi bisa jadi masukkan untuk pemerintah. Pedagang GOR Haji Agus Salim juga harusnya dibawa bermufakat tak hanya Pengelola GOR saja," imbuhnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga