BMKG: Gempa di Bukittinggi Akibat Aktivitas Sesar Sumatera Segmen Sianok

BMKG Gempa di Bukittinggi Akibat Aktivitas Sesar Sumatera Segmen Sianok Ilustrasi pusat gempa (Foto: bmkg.go.id)

Covesia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa bahwa gempa tektonik bermagnitudo 3,4 yang menguncang kota Bukittinggi pada Jumat (19/2/2021) pukul 10:32:53, akibat aktivitas Sesar Sumatera segmen Sianok.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatera segmen Sianok,” ungkap Irwan Slamet, Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat.

Ia menjelaskan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Bukittinggi II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Baso-Agam, Padang Panjang II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). 

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,”jelasnya. 

Lebih lanjut kata Irwan, hingga pukul 10:52 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa sebelum kembali ke dalam rumah,” kata dia. 

Sebelumnya dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M3.4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.27 LS dan 100.31 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada 7 Km barat laut Bukittinggi, Sumbar pada kedalaman 5 Km. 

(*/don)

Berita Terkait

Baca Juga