Wali Nagari Teratak Tempatih-Pessel Kuasai Aset BUM-Nag, Inspektorat Tunggu Laporan dari Warga

Wali Nagari Teratak TempatihPessel Kuasai Aset BUMNag Inspektorat Tunggu Laporan dari Warga Kepala Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan, Ahda Yanuar. (Istimewa)

Covesia.com - Terkait keluhan warga di Nagari Teratak Tempatih Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada wali nagari atas dugaan yang menguasai aset BUM-Nag, Inspektorat tunggu laporan warga secara tertulis.

"Jika ada laporan, maka kami siap untuk memproses dugaan tersebut," sebut Kepala Inspektorat Ahda Yanuar pada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan itu, pihaknya meminta masyarakat terlebih dahulu membuat laporan tertulis ke Inspektorat.

"Jadi, dengan demikian, ada dasar kami untuk turun nantinya. Jika memang terbukti bersalah, maka akan diproses secara hukum," tegasnya.

Lanjutnya, dari pihak Inspektorat sangat mendukung adanya kontrol pengawasan setiap persoalan dalam satu nagari. Tetapi, harus sesuai dengan prosedur, dan menaati setiap proses yang akan dilakukan.

"Sebab, masyarakat wajib melakukan kontrol terhadap pemerintah. Apabila ada kesalahan atau kekeliruan, maka masyarakat bisa memberikan informasinya," tutupnya.

Sebelumnya, diberitakan Covesia.com, petani durian di Kenagarian Teratak Tempatih, IV Koto Mudiek, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) merasa kecewa terhadap wali nagari setempat. Kekecewaan tersebut dikarenakan, wali nagari terlalu menguasai aset BUM-Nag untuk kepentingan bisnis pribadinya. 

"Freezer dan alat pendingin durian milik BUM-Nag, dipakai wali nagari untuk bisnis pribadinya. Seharusnya, itu digunakan BUM-Nag untuk kepentingan masyarakat," sebut salah seorang petani pada Covesia.com yang tidak mau menyebutkan namanya pada Rabu (17/2/2021). 

Ia menerangkan, aset BUM-Nag yang dipakai wali nagari berupa 5 unit freezer dan 10 unit kulkas. 

"Untuk freezer, 3 unit dibeli dengan uang BUM-Nag tahun anggaran 2017 dan sisanya melalui bantuan pemerintah daerah, "terangnya. 

Padahal katanya, pembelian freezer dan kulkas itu dibeli guna meningkatkan harga jual durian masyarakat. Dengan diolah melalui mesin pendingin, secara otomatis harga durian milik petani menjadi meningkat.

Kendati demikian, harap petani durian meminta pemerintah daerah dan aparat hukum segera mengaudit keuangan BUM-Nag di Kenagarian Teratak Tempatih.

"Kami sangat berharap. Idealnya saat musim durian ini, masyarakat dan BUM-Nag dapat pemasukan dengan adanya freezer dan kulkas itu," terang dia. 

Ia menambahkan, potensi durian ekonomi di Kenagarian Teratak Tempatih mencapai Rp10 miliar per tahun. Bahkan, jika dikelola dengan baik seperti freezer dan kulkas, bisa menjadi lebih.

"Satu orang petani satu hari pendapatannya bisa mencapai 6 juta, dari durian yang didapatkan petani satu hari. Jika, dikelola dengan baik pasti akan jauh lebih untung. Sebab, durian dijual per satu buah dengan durian yang diolah dengan freezer harganya jauh beda," tutupnya. 

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga