Mengenal Idrus Marham yang Dipilih Jokowi jadi Mensos

Mengenal Idrus Marham yang Dipilih Jokowi jadi Mensos Idrus Marham

Covesia.com - Presiden Joko Widodo akan merombak (reshuffle) Kabinet Kerja pagi ini, Rabu (17/1/2018). Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, rencananya Jokowi akan melantik rekan separtainya, Idrus Marham, sebagai Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Khofifah Indar Parawansa.

Dilansir dari wikipedia, Idrus Marham merupakan seorang politisi Indonesia yang dulunya berasal dari kalangan akademisi. Setelah mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) untuk periode 2009 - 2014 pada tanggal 8 Juni 2011, saat ini Idrus menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar).

Kehidupan Pribadi

Idrus Marham lahir di Pinrang Sulawesi Selatan pada tahun 1962. Idrus muda banyak aktif dan terlibat pada organisasi kepemudaan dan keagamaan seperti Karang Taruna dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Idrus Marham melepas masa lajanganya pada umur 47 tahun dengan menikahi Ridro Ekasari (umur 28 tahun) pada hari kamis 4 Juni 2009. Resepsi pernikahan dilaksanakan di Masjid Dian al Makhri, Jalan Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat yang biasa disebut Masjid Kubah Emas. Hadir sebagai saksi dari pihak Idrus adalah Presiden Republik Indonesia saat itu Soesilo Bambang Yudhoyono sementara dari pihak istri adalah wakil presiden Jusuf Kalla. Ridho Ekasari merupakan mantan presenter Metro TV. Awal perkenalannya dimulai ketika Ridho membawakan sebuah acara keagaman di suatu stasiun TV swasta kemudian Idrus mengontaknya. Kemudian hubungan mereka berlanjut ketika keduanya sering bertemu dalam acara keagamaan.

Pendidikan

Idrus Marham menempuh pendidikannya dari SD hingga SMA di daerah asalnya Sulawesi Selatan salah satunya adalah PGAN Pare-Pare.[4] Pada masa inilah Idrus mulai mengenal organisasi. Aktifitas organisasinya dimulai dengan bergabung di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sejak ia duduk di bangku SMP.[4] Setelah lulus SMA pada tahun 1979 Idrus melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Fakultas Syari'ah IAIN Alaudin Makassar. Tahun 1983 Idrus melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang. Pada tahun 2009 ketika masih menjadi anggota DPR periode 2004-2009 Idrus menyelesaikan pendidikan S3 nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Idrus meraih gelar doktor ilmu politik dengan predikat cumlaude setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Demokrasi Setengah Hati; Studi Kasus Elite Politik di DPR RI 1999-2004” melalui ujian terbuka promosi doktor yang diuji oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, Dr. Pratikno dan Prof. Dr. Bachtiar Effendi. Idrus tercatat sebagai doktor ke 1019 yang telah diluluskan oleh UGM.

Karier Politik

Masuknya Idrus dalam dunia politik dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat pada pemilu 1997. Setelah itu melalui partai Golkar ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk tiga periode berturut-turut yaitu 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2004 untuk daerah pemilihan III Sulawesi Selatan. Salah satu peran Idrus yang menonjol sebagai anggota DPR adalah ketika Ia menjadi ketua Panitia Khusus Hak Angket Bank Century.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga