Awalnya Dicemooh, Jejak Sukses Pepen Dalam Budidaya Lele Mulai Diikuti Masyarakat

Awalnya Dicemooh Jejak Sukses Pepen Dalam Budidaya Lele Mulai Diikuti Masyarakat Pepen memberikan pengarahan kepada masyarakat yang ingin belajar (Foto:Covesia/Johan)

Covesia.com - Sukses itu bukan sekedar apa pencapaian dari usaha, akan tetapi seberapa pengaruh usaha mu terhadap masyarakat, begitulah makna sukses menurut  Antoni Steven (35) warga, Kampung Chaniago, jorong III, nagari Garagahan, kecamatan Lubuk basung, kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) diawali dengan ejekan ia sukses dengan usaha budidaya lele dumbo.

Usaha yang sudah digelutinya selama 6 tahun itu sempat mendapat penolakan dari keluarga dan masyarakat, bermacam cemoohan dan saran datang untuk mematahkan semangatnya.

“Masyarakat disini berfikir, berternak Lele Dumbo merupakan hal yang mustahil jika di lakukan di daerah ini, jadi banyak yang mengejek, dan tak jarang  memberikan saran untuk menyurutkan niat pembibitan ini,” ujarnya saat ditemui Covesia.com di kolam pembibitannya, Senin (29/1/2018) kemarin.

Setiap kegagalan yang di tempuhnya saat memulai usaha selalu diiringi cacian dan cemooh dari masyarakat, bahkan ada yang menyarankan agar menghentikan niatnya.

“Mendingan uang untuk beternak lele digunakan untuk berdagang, sudah jelas keuntungannya,” lanjutnya sambil meniru ucapan orang yang memberi saran sambil mengejek itu.

Laki-laki yang akrab di panggil Pepen itu mengaku, tak ada pendidikan khusus yang di tempuh untuk bisa beternak lele, semua didapatnya secara otodidak dengan membaca serta searching di internet, beruntungnya ia bertemu Al Ghifari salah seorang yang sudah lebih dulu merintis usaha tersebut, jadi bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Al ghifari.

Setelah berulang kali gagal, akhirnya usaha pembesaran lele Dumbonya mulai membuahkan hasil, namun permasalahan ke dua mulai muncul yaitu sulitnya mendapatkan bibit, dimulai dari kendala tersebut, munculah ide bersama ari untuk memproduksi bibit sendiri.

“Di awal percobaan, tak satupun telur lele yang menetas, kemudian saya mencari buku panduan serta searching di Google bagaimana cara pembibitan, namun percobaan kedua juga gagal, penyebabnya karenakan PH serta suhu air tidak sesuai, ditambah cuaca yang sering hujan, kemudian saya membuat tempat peneduh di kolam bibit serta mengatur tingkat ke asaman air kolam , percobaan tersebut saya lakukan  terus menerus hingga sudah mendapatkan hasil saat ini,” ujarnya lagi.

Setelah menuai hasil, masyarakat yang sebelumnya mencemooh berangsur angsur mulai mengikuti jejaknya.

 “Saya tidak pelit membagi ilmu, jika ada yang ingin belajar silahkan datang ke kolam, nanti saya ajarkan, mengenai bibit dan pemasaran nanti saya bantu,” sebut pepen.

Kini pepen mengaku kesulitan memenuhi permintaan bibit dari pembudidaya lele dan permintaan pasar.

”Saat ini saya mencoba memproduksi bibit dalam jumlah besar, permintaan pasar terus meningkat bahkan jika digabungkan hasil panen seluruh pembudidaya lele dini masih belum bisa mencukupi permintaan pedagang yang meminta,“ tutupnya.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga