Beralih ke Pembibitan Kolam Darat, Jumlah KJA di Maninjau Makin Berkurang

Beralih ke Pembibitan Kolam Darat Jumlah KJA di Maninjau Makin Berkurang Proses pemanenan bibit ikan nila (Foto: Adli lidiar)

Covesia.com - Kesadaran akan pentingnya melestarikan Danau Maninjau di perlihatkan masyarakat Nagari Bayua, kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar), peralihan profesi dari petani Karamba Jaring Apung (KJA) di danau maninjau sudah beralih menjadi budidaya bibit ikan di kolam darat.

Salah seorang pembudidaya bibit ikan nila di nagari Bayur, kecamatan Tanjung Raya,  Apriandes (22) mengatakan, usaha pembibitan ikan air tawar itu sudah digelutinya hampir 5 tahun terakhir dan saat ini masih berjalan dan cukup berkembang. 

“Saat ini keluarga saya mempunyai 1 kolam induk serta 4 kolam pembesaran bibit, dan alhamdulillah usaha tersebut cukup menjanjikan, ” ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Rabu kemarin (21/2/2018).

Dijelaskannya saat ini ia memiliki induk nila sebanyak 250 ekor, yang di tempatkan dalam sebuah kolam besar berukuran 10x15 M serta pemisahaan bibit dari induk dilakukan 1 kali 20 hari.  Untuk umur bibit 20 hari sudah bisa di jual dengan harga Rp 20 /ekor, sedangkan jika umur 1 bulan sudah dihargai, Rp 30 /ekor.

“ Jika cuaca cerah 1 kali pemindahan bisa menghasilkan 100 ribu bibit dan jika cuaca buruk hanya 50 ribu ekor, ” lanjutnya.

Dijelaskannya bibit ikan nila yang produksi masyarakat setempat dipasarkan hingga keluar daerah, seperti Sumatera Selatan, Riau, Jambi bahkan sampai ke pulau Jawa, “ bagusnya bibit yang diproduksi masyarakat nagari Bayur sudah teruji hingga keluar Sumbar, “ tukasnya sambil tersenyum kecil.

Saat ini sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai Petani KJA Sudah mulai yang beralih ke pembibitan kolam darat, mengakibatkan  jumlah KJA di danau Maninjau semakin berkurang, hal itu sesuai dengan perangsurnya pengurangan jumlah KJA yang di programkan Pemda Agam.

Disisi lain Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, (DPKP) Agam, Ermanto mengapresiasi perpindahan petani KJA ke pembibitan darat tersebut, menurutnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengganti lokasi peternakan ikan dari danau. Bisa berupa kolam air deras, sistem mina padi atau kolam air tenang seperti yang dilakukan masyarakat Bayur tersebut.

“Kita memberikan apresiasi atas peralihan usaha sebagian petani KJA itu, untuk pengembangannya nanti kita akan memberikan bantuan berupa induk unggulan, peralatan penangkapan serta tabung gas, jika ada masyarakat petani KJA yang ingin mengalihkan lokasi peternakan ke kolam darat akan kita bantu, “ tutupnya.

(han/don)

 

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga