Ada OTT di SMA 1 Sungai Limau, Ini Reaksi Kepala Sekolah

Ada OTT di SMA 1 Sungai Limau Ini Reaksi Kepala Sekolah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sungai Limau Zulkaham. (foto: Rozi Yardinal/covesia)

Covesia.com - Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sungai Limau Zulkaham membenarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum penjaga sekolah terkait pungutan uang untuk pengambilan ijazah siswa.

"Uang yang dipungut itu memang dilakukan guna untuk kepengurusan ijazah siswa bagi yang telah lulus," kata Zulkaham, Rabu (15/8/2018). 

Ia mengatakan, uang yang dipungut itu sebesar Rp60 per siswa dari 254 siswa yang lulus. Namun tidak menjadi suatu keharusan, karena tergantung latar belakang keluarga siswa itu sendiri.

"Jika siswa itu kurang mampu maka tidak diharuskan, namun bagi yang mampu silakan membayarnya sesuai atasan kesepakatan oleh pihak komite dengan orangtua siswa," ujarnya.

Baca Juga: Oknum Penjaga Sekolah SMA di Pariaman Terjaring OTT

Selanjutnya, kata dia, uang yang dipungut itu peruntukkannya jelas, yakni mengurus ijazah siswa yang lulus dintaranya, dalam perencanaanya yaitu uang leleh wakil kepala sekolah, ATK, uang lelah kepala sekolah, insentif guru dan lainnya.

"Pungutan itu sudah dilakukan tiga tahun terakhir sejak menjadi kepala sekolah, namun pungutan itu nominalnya berbeda," jelasnya.

Seterusnya, kata dia, alasan pungutan uang pengambilan ijazah itu kesepakatan komite dengan pihak orangtua siswa karena dana bantuan operasi sekolah (Bos) yang tidak mencukupi disekolah ini.

"ada sebanyak Rp1,4 juta per siswa dengan jumlah siswa yang ada dana bos sekarang ini," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pungutan itu atas dasar Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah boleh galang dana.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) Pariaman melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap penjaga sekolah berinisial An (37) di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (14/8/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti senilai Rp 9,767 juta, 3 buah stempel sekola dan ijazah siswa, kartu bebas pustaka dan daftar tanda terima ijazah," kata Kepala Kepolisian Resor Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, Selasa (14/8/2018).

(rzi)

Berita Terkait

Baca Juga