Kader Golkar Payakumbuh Meradang Usai Hasil DCS

Kader Golkar Payakumbuh Meradang Usai Hasil DCS ilustrasi

Covesia.com - Kader Partai Golkar Payakumbuh, Yusra Maiza meradang usai namanya tercantum di Daftar Calon Sementara (DCS) yang dikeluarkan oleh KPU Kota Payakumbuh. Dirinya merasa Partai Golkar telah memakai data-data pribadinya tanpa izin dan meminta untuk mencabut namanya dari daftar Bacaleg Partai Golkar pada Pileg 2019 mendatang.

"Saya sebagai kader dan pengurus partai Golkar Payakumbuh mengaku kecewa kepada Ketua Partai Yendri Bodra Dt Permato Alam yang memakai data pribadi saya tanpa izin. Makanya saya putuskan untuk mensomasi beliau," Kata Yusra Maiza kepada Covesia.co, Jumat (17/08/2018).

Dalam somasi, Yusra meminta Ketua Partai Golkar untuk mencabut namanya dari Bacaleg Golkar. Bahkan surat pengunduran diri sebagai bacaleg sudah dilayangkan ke Partai 23 Juli 2018 lalu.

"Awalnya memang saya ingin masuk daftar Bacaleg partai. Namun setelah dikaji ulang dan ada kekisruhan intenal, akhirnya saya memutuskan untuk mundur. Tapi ternyata tetap juga dimajukan ke KPU dan data-data saya dipakai tanpa izin," tuturnya.

Yusra mengaku sudah mensomasi ketuanya sendiri tanggal 12 Agustus 2018 silam dan sampai sekarang tidak ada respon. Kemudian, ia meminta agar data-data pribadinya dikembalikan secara utuh.

Sementara itu ketua DPC Golkar Payakumbuh, Yendri Bodra Dt. Permato Alam menuturkan pihaknya akan tetap mencalonkan Yusra Maiza sebagai Bacaleg Partai Golkar. Alasannya saat perbaikan berkas untuk tahap II, sudah tidak ada waktu untuk mencari pengganti Yusra.

"Kader ini memberikan surat pengunduran diri sebagai Bacaleg disaat waktu sudah tinggal satu hari dan tidak ada aba-aba terlebih dahulu. Jika kami coret, yang rugi partai secara keseluruhan," katanya.

Yendri Bodra menuturkan dirinya sudah memanggil Yusra Maiza terkait persoalan ini. Namun, belum ada solusi karena partai tidak bisa mengabulkan permintaan yang bersangkutan.

"Sudah kami panggil, tapi belum ada jalan keluarnya. Sekarang masih mencari solusi agar kedua belah pihak tidak ada dirugikan," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Payakumbuh Haidi Mursal mengaku belum menerima tembusan somasi yang dilayangkan Yusra. 

“Kalau surat somasi belum saya terima. Yang saya terima itu baru surat pengunduran diri (bacaleg). Sebenarnya masalah somasi tersebut, bukan ranah KPU untuk menyikapinya. Itu kewenangan internal partai,” ujarnya.

Terkait nama Yusra yang sudah terdaftar di DCS, Haidi mengatakan bisa saja dirubah jika partai itu sendiri yang mengajukan. 

“Kalau dirubah itu tergantung partai. Mekanismenya ada di partai,” ucapnya. 

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha 

Berita Terkait

Baca Juga