Curah Hujan Tinggi, Hasil Tangkapan Nelayan di Agam Berkurang

Curah Hujan Tinggi Hasil Tangkapan Nelayan di Agam Berkurang Ilustrasi Nelayan (Foto: Pixabay)

Covesia.com - Curah hujan tinggi disertai badai yang melanda Sumatera Barat, (Sumbar) beberapa pekan terakhir sangat berpengaruh kepada hasil tangkapan nelayan di kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, (HNSI) Tanjung Mutiara, Arman Aciak mengatakan, hasil tangkapan ikan para nelayan di pesisir kanupaten Agam itu jauh menyusut dari hari biasanya.  Tingginya curah hujan disertai angin kencang membuat sebagian pencari ikan enggan untuk pergi melaut, jika dipaksakan pun hasilnya tidak seberapa.

"Ada juga sebagian yang memaksakan tetap pergi mencari ikan, namun membutuhkan waktu yang lama, biasanya hanya 3 hari, bisa menjadi satu minggu, itupun hasilnya tangkapan jauh berkurang," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Kamis, (11/10/2018).

Selain memakan waktu yang lama, modal yang dikeluarkan untuk mencari ikan tentunya bertambah, para nelayan harus membawa bahan bakar dan bekal yang lebih untuk bertahan selama ditengah lautan.

Dijelaskan Arman, kurang nya hasil tangkapan nelayan tentu juga berimbas kepada harga jual para pedagang di pasaran. Para pedagang menaikan harga jual ikannya 50 persen dari biasanya.

Untuk menutupi kekurangan permintaan pasar, para pedagang harus membeli ikan dari nelayan luar daerah seperti Aia Bangih, bahkan sampai ke provinsi sumut dan aceh. "Itupun memburuhkan modal tambahan sehingga harga jual ikan tetap mahal," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, (DPKP) Agam Ermanto menghimbau agar nelayan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca yang sedang tidak stabil, curah huja  tinggi dan angin kencang bisa mengancam keselamatan selama mencari ikan.

"Kita menghimbau para nelayan agar memperhatikan betul kondisi saat akan mencari ikan, jika cuaca tidak memungkinkan lebih baik tidak melaut," imbaunya.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga