Aparat Gabungan Kembali Amankan Enam Kubik Kayu Ilegal di Puncak Tonang-Pasaman

Aparat Gabungan Kembali Amankan Enam Kubik Kayu Ilegal di Puncak TonangPasaman Aparat Gabungan Kembali Amankan Enam Kubik Kayu Ilegal di Puncak Tonang-Pasaman, Senin (3/12/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Aparat gabungan yang terdiri dari Polisi Kehutanan UPTD KPHL Pasaman Raya, dengan dibantu pihak Polres Pasaman kembali mengamankan sekitar 6  kubik kayu olahan hasil ilegal logging di daerah Tonang Talu, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya, Yandesman, Selasa (4/12/2018) mengatakan kayu temuan berbagai macam ukuran itu diduga diambil di daerah kawasan hutan Talu-Pasaman Barat.

"Penangkapannya kita lakukan kemarin, Senin (3/12) sekitar pukul 11.30 WIB. Kayu ilegal itu ditemukan tepatnya di sekitar tempat dua orang sopir truck cold diesel memuat kayu yang tertangkap oleh Tim gabungan Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar beberapa hari lalu," katanya.

Diceritakan Yandesman, semula anggota Polhut didampingi anggota Polres Pasaman dan dua orang sopir yakni Fauzan dan Joni yang menjadi tersangka dalam kasus pengangkut kayu illegal loging dari Tonang-Talu. Kemudian pihaknya hanya ingin melihat koordinat tempat dimuatnya kayu ilegal loging yang tertangkap Tim Polhut Sumbar waktu itu. 

Namun, sesampainya di lokasi, Tim langsung menemukan tumpukan-tumpukan kayu berbagai ukuran dan tim kemudian memeriksa tumpukan kayu olahan itu.

"Kayu yang ditemukan itu ada sekitar empat tumpukan, jaraknya pun ada yang berdekatan, dan ada juga 40 meter letaknya dari badan jalan Umum Tonang-Talu tersebut. Karena banyaknya kayu itu, kita langsung membawa pekerja dari Lubuk Sikaping untuk mengangkat kayu-kayu tersebut ke dalam truck. Kemudian selanjutnya dibawa dan diamankan di gudang kayu UPTD KPHL Pasaman Raya," ucapnya.

Yandesman menambahkan, pihaknya akan inten melakukan patroli dan pengawasan dibeberapa tempat. Karena umumnya, para pelaku ilog memanfaatkan tingginya curah hujan untuk mengeluarkan kayu-kayu yang mereka ambil.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk bisa ikut mengawasi hutan, apalagi sekarang musim penghujan. Jika kasus penebangan liar ini turus dibiarkan, tentu kedepan akan berdampak pada masyarakat kita seperti terjadinya bencana banjir dan tanah longsor," tandasnya.

Sementara untuk pelakunya hingga kini masih didalami oleh Polhut dan Polres Pasaman.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga