1.593 Peserta BPJS di Mentawai Menunggak Pembayaran Premi

1593 Peserta BPJS di Mentawai Menunggak Pembayaran Premi Petugas melayani pengurusan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Antara Foto/ Yulius Satria Wijaya

Covesia.com – Peserta BPJS di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang menunggak pembayaran premi per Juli 2018 sebanyak 1.593 jiwa. Jumlah itu terdiri atas sebanyak 135 peserta Kelas I, sebanyak 216 peserta Kelas II dan sebanyak 1.242 peserta Kelas III.

“Kita berharap tunggakan pembayaran premi dapat dialihkan ke Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yang ditanggung oleh pemda Mentawai khusus bagi mereka yang mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial,” ujar Kepala Kantor BPJS Mentawai Antony, Jumat (7/12/2018).

Saat ini peserta BPJS aktif di Mentawai hingga bulan November 2018 sebanyak 75.908 jiwa diantaranya, peserta non PBI PPU 9.624 jiwa, PBPU 687 jiwa, dan BP 214 jiwa. Peserta PBI APBD sebesar 36.589 jiwa dan APBN sebesar 28.794 jiwa.

“Hutang tidak hilang tapi dari pada utang berjalan terus, dialihkan. Kalau sudah mampu membayar, hutangnya muncul lagi. Di kota besar biasanya dibantu CSR, ataupun Baznas,” kata Antony.

Ia menambahkan, saat ini pihak BPJS sedang bernegosiasi dengan Baznas agar dapat membantu masyarakat Mentawai peserta BPJS kelas III yang khusus rekomendasi Dinsos untuk melunasi tunggakannya.

“Tunggakan premi BPJS harus dilunasi. Kalau sakit, harus melunasi tunggakan dulu dan kartu KIS-nya aktif kembali,”ujar Antony.

Antony berharap peserta memiliki kesadaran untuk melunasi premi, apalagi tidak dikenakan denda, kecuali denda pelayanan RS jika peserta dirawat inap.

“45 hari setelah dilunasi kalau sakit kena denda. Hari ke 46 tidak dikenakan denda alias 0. Dendanya sekitar 2,5% x tarif pelayanan rumah sakit yang dibayar BPJS,” terang Antony.

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga