Payakumbuh Deklarasikan Diri Jadi Kota Randang

Payakumbuh Deklarasikan Diri Jadi Kota Randang Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz memperlihatkan buku Randang hasil karya anak muda Payakumbuh saat mendeklarasikan Payakumbuh City Of Randang (Payakumbuh Kota Randang-red), Senin (17/12/2018) malam di Ngalau Indah.

Covesia.com – Kota Payakumbuh yang biasa dikenal sebagai Kota Batiah (jajanan khas berbahan beras), resmi diganti oleh Pemerintahnya sendiri menjadi kota Randang.

Perubahan ikon kota ini secara resmi disampaikan oleh Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz saat pesta rakyat HUT Kota Payakumbuh ke-48 di Ngalau Indah, Senin (17/12/2018), pukul 21.30 WIB.

“Malam ini, saya atas Pemerintah Kota Payakumbuh secara resmi mengubah icon Kota Payakumbuh dari Kota Batiah menjadi Kota Randang,” kata Erwin di hadapan ribuan masyarakat Payakumbuh.

Alasan Pemko Payakumbuh merubah ikon kota itu menjadi Kota Randang dikarenakan banyak faktor yang mendukung hal tersebut. 

Pertama, di Payakumbuh terdapat kampung Randang, sentral perdagangan Randang. 

Selanjutnya, cukup banyak puluhan industri kecil dan menengah yang bergeliat dengan Randang dan rumah potong hewan bertaraf internasional.

“Saat ini saja produksi Randang di Payakumbuh bisa mencapai 3 ton lebih setiap hari," kata Erwin. 

Menurutnya, sangat disayangkan produktifitas masyarakat Payakumbuh tidak diakomodir secara serius oleh Pemerintahnya sendiri. 

"Dari keinginan inilah kami ganti icon kota dari Batiah menjadi Randang,” tambahnya. 

Dalam deklarasi Kota Randang ini, Erwin juga juga memperlihatkan film dan 'buku randang' hasil karya anak-anak muda Payakumbuh.

“Ke depan jika ingat Randang, seluruh orang di dunia akan ingat Payakumbuh. Jika orang ingat Payakumbuh, pasti ingat Randang. Ini buku dan film karya anak-anak Payakumbuh yang akan mendunia seperti halnya Randang,” pungkasnya.

(agg/rdk)


Berita Terkait

Baca Juga